DPRD Banjarmasin Soroti Sekolah Negeri Sepi Peminat, Komisi IV Janjikan Sidak!

  • 06 Jul 2026 13:18 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Fenomena sejumlah sekolah negeri yang minim peminat pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 mendapat sorotan serius dari DPRD Kota Banjarmasin. Kondisi tersebut dinilai tidak bisa dibiarkan karena berpotensi mengganggu efektivitas proses belajar mengajar.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menegaskan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin. Tujuannya untuk mencari solusi atas persoalan tersebut, agar proses belajar mengajar berjalan semestinya.

"Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan karena tidak mungkin pelaksanaan pembelajaran berjalan optimal dengan jumlah murid yang sangat sedikit. Ini harus segera dicarikan jalan keluarnya," ujar Neli, Senin, 06 Juli 2026.

Sebagai langkah lanjutan, Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin berencana turun langsung ke lapangan saat dimulainya tahun ajaran baru. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi riil sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan peserta didik sekaligus menghimpun masukan dari pihak sekolah.

"Nanti saat dimulai tahun ajaran baru kami akan meninjau langsung ke lapangan. Melihat kondisi sekolah-sekolah tersebut dan mencari solusi bersama agar persoalan ini tidak berlarut-larut," ujar Neli.

Menurutnya, berbagai alternatif perlu dikaji agar sekolah-sekolah yang kekurangan peserta didik tetap dapat beroperasi secara efektif. Salah satunya dengan menghadirkan inovasi dalam sistem penerimaan murid baru.

"Apakah perlu ada inovasi, penambahan gelombang pendaftaran, atau siswa yang tidak lulus di sekolah pilihannya diarahkan ke sekolah-sekolah yang masih sepi peminat. Semua opsi itu perlu dibahas bersama," katanya.

Ia menilai fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid menjadi pekerjaan rumah Bersama. Meski di sisi lain setiap calon peserta didik kini memiliki kebebasan menentukan sekolah yang diinginkan.

"Kami sangat menyayangkan kondisi ini sebenarnya. Walaupun sekarang anak-anak memang punya pilihan sendiri dalam menentukan sekolah, pemerintah tetap harus memastikan seluruh sekolah negeri mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang," ujarnya.

Sebelumnya, minimnya jumlah pendaftar di sejumlah sekolah negeri memunculkan anggapan bahwa sekolah negeri mulai kalah bersaing dengan sekolah swasta. Namun, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin, Ryan Utama, membantah anggapan tersebut.

Menurutnya, sepinya peminat bukan disebabkan turunnya daya saing sekolah negeri, melainkan dipengaruhi perubahan pola persebaran penduduk di Kota Banjarmasin. "Bukan berarti sekolah negeri kalah bersaing. Analisa sederhana kami, ini lebih kepada perubahan demografi penduduk di Kota Banjarmasin," ujar Ryan.

Ia menjelaskan, kawasan permukiman yang dahulu banyak terkonsentrasi di wilayah Banjarmasin Tengah, Barat, dan Timur kini mulai bergeser ke Banjarmasin Utara dan Selatan. Perubahan itu dipicu pesatnya pembangunan kawasan perumahan baru yang ikut mengubah sebaran calon peserta didik.

"Dulu pusat permukiman banyak berada di Banjarmasin Tengah, Barat, dan Timur. Sekarang masyarakat banyak yang tinggal di Utara dan Selatan karena perkembangan perumahan cukup masif. Itu tentu memengaruhi jumlah anak usia sekolah di masing-masing wilayah," katanya.

Selain faktor demografi, Ryan juga mengakui masyarakat kini memiliki lebih banyak alternatif dalam memilih sekolah. Kehadiran sekolah swasta dengan berbagai keunggulan membuat orang tua memiliki keleluasaan menentukan tempat pendidikan bagi anak-anaknya.

"Sekarang pilihan sekolah semakin banyak dan orang tua juga memiliki pertimbangan sendiri dalam menentukan sekolah anaknya. Kita tidak bisa memaksakan mereka harus memilih sekolah negeri," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....