Komunikasi Keluarga Jadi Kunci Cegah Penyalahgunaan Narkoba

  • 05 Jul 2026 11:56 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Komunikasi dua arah antara orang tua dan anak merupakan kunci utama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba pada generasi muda.
  • Pendekatan edukatif dan persuasif di lingkungan keluarga lebih efektif dibandingkan pendekatan represif dalam melindungi remaja dari pengaruh narkotika.
  • Orang tua perlu meluangkan waktu untuk mengenal lingkungan pergaulan, aktivitas harian anak, dan menguatkan literasi digital serta nilai agama untuk mencegah penyalahgunaan narkoba.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya komunikasi yang sehat dalam keluarga sebagai upaya mencegah penyalahgunaan narkoba. Keterbukaan antara orang tua dan anak dinilai menjadi salah satu benteng utama dalam melindungi generasi muda dari pengaruh narkotika.

Hal tersebut disampaikan Penyuluh Narkoba Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Banjarbaru, Rusmiati, S.KM., M.P.H., dalam siaran "Cerita di Siang Hari" RRI Pro1 Banjarmasin, Rabu, 1 Juli 2026. Menurutnya, pendekatan edukatif dan persuasif di lingkungan keluarga lebih efektif dibandingkan pendekatan yang bersifat represif.

"Komunikasi dua arah antara orang tua dan anak merupakan kunci utama pencegahan,” ujar Rusmiati. “Hubungan yang terbuka akan membuat anak lebih nyaman menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapinya.”

Ia menjelaskan, banyak kasus penyalahgunaan narkoba pada remaja berawal dari rasa kesepian dan kurangnya perhatian di lingkungan keluarga. Anak yang merasa didengar dan dihargai cenderung memiliki kemampuan lebih baik untuk menolak pengaruh negatif dari lingkungan.

Penyuluh Narkoba Ahli Muda sekaligus Ketua Tim P2M BNN Kota Banjarbaru, Rusmiati S.KM, M.P.H,

Tim P2M BNN Kota Banjarbaru terus memperkuat edukasi berbasis keluarga melalui berbagai kegiatan penyuluhan. Selain mengenalkan bahaya narkoba, program tersebut juga membekali remaja dengan keterampilan hidup (life skills) agar mampu mengambil keputusan secara bijaksana.

"Jangan sampai kesibukan bekerja membuat kita tidak mengetahui pergaulan anak di luar rumah,” katanya. “Orang tua harus tetap meluangkan waktu untuk mendampingi dan mengawasi tumbuh kembang anak.”

Rusmiati mengimbau orang tua mengenal lingkungan pergaulan serta aktivitas anak setiap hari. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu mencegah anak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi digital membuat peredaran narkoba semakin sulit dikenali karena memanfaatkan berbagai platform media sosial. Oleh sebab itu, literasi digital, penguatan nilai agama, dan pendidikan moral di lingkungan keluarga perlu terus ditanamkan.

"Mari lindungi buah hati dari bahaya laten narkotika mulai sekarang. Pencegahan terbaik selalu dimulai dari keluarga," kata Rusmiati.

Rusmiati mengajak seluruh masyarakat memperkuat ketahanan keluarga sebagai benteng utama melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkotika. Menurutnya, pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....