Dampak Pemadaman Listrik, Operasional Usaha Warga di Banjarmasin Lumpuh Total

  • 04 Jul 2026 00:02 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kebijakan pemadaman listrik bergilir yang melanda Kota Banjarmasin dalam sepekan terakhir mulai berdampak serius bagi masyarakat. Aktivitas harian warga kini terganggu, bahkan sebagian sektor usaha mengalami kelumpuhan operasional akibat ketergantungan pada aliran listrik.

Kondisi memprihatinkan ini salah satunya dirasakan langsung oleh Rizkan, seorang pemilik usaha fotokopi dan percetakan di kawasan Jalan Cemara Raya. Menurutnya, pemadaman yang berlangsung selama 4 hingga 5 jam membuat seluruh mesin produksinya mati total dan tidak bisa beroperasi.

"Mati listriknya bisa siang dan malam. Dampaknya kerjaan jadi tertunda dan akhirnya menumpuk," ujarnya kepada RRI, Jumat, 3 Juli 2026.

Meski belum memengaruhi omzet secara signifikan, namun gangguan ini berdampak langsung pada kenyamanan para pelanggan. Rizkan terpaksa harus menyiasati jadwal pekerjaan agar pesanan konsumen tetap selesai dengan baik.

"Biasanya kami hubungi langsung, karena rata-rata mereka langganan di sini. Alhamdulillah belum ada yang protes," katanya.

Selain usaha percetakan, keluhan serupa juga datang dari sektor usaha jasa penatu atau laundry di kawasan Jalan Flamboyan. Mariani, salah seorang pegawai laundry, mengaku durasi pemadaman yang berkisar antara 2 hingga 5 jam lebih menganggu aktivitas kerja harian.

Kondisi tersebut otomatis membuat proses pencucian hingga penyetrikaan pakaian menjadi tertunda. Dampaknya, banyak pesanan konsumen yang akhirnya gagal diselesaikan sesuai dengan estimasi waktu yang dijanjikan.

"Misalnya estimasi 2 hari, sekarang jadi agak lambat sedikit. Kalau ada yang datang mengambil pesanan, terpaksa kita undur dulu," ucap Mariani.

Berdasarkan penuturan Mariani, toko laundry tempatnya bekerja sudah terdampak pemadaman sebanyak dua kali dalam sepekan terakhir. Ia berharap kondisi ini tidak kembali terulang agar operasional usaha bisa berjalan normal tanpa hambatan.

Efek dari tersendatnya operasional jasa penatu ini turut berimbas langsung kepada para pelanggan. Syakir, salah satu pelanggan setia di tempat Mariani bekerja, mengaku harus menunggu lebih lama untuk mengambil pakaian miliknya yang belum selesai diproses.

Meski demikian, dirinya menyatakan cukup memaklumi situasi keterlambatan tersebut karena memahami adanya kendala teknis. Namun, ia tetap berharap agar gangguan pemadaman yang berulang ini bisa segera dicarikan solusi terbaik oleh pihak terkait.

"Yang terpenting kita dikabari kalau ada keterlambatan. Kita mau protes juga susah kan, karena semua sama-sama merasakan dampaknya," katanya.

Dengan kondisi pemadaman bergilir ini, masyarakat Banjarmasin berharap pasokan daya listrik dapat segera kembali normal. Sementara itu, pihak PLN masih terus membagikan informasi jadwal pemadaman secara berkala agar warga bisa mengantisipasi dampak dari pemadaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....