IKADI Kalsel: Teladani Ilmu dan Pengabdian Ulama, Bukan Statusnya

  • 03 Jul 2026 20:19 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Keteladanan ulama diukur dari keikhlasan dalam menjaga ilmu dan mengabdi kepada umat, bukan dari status pernikahan mereka.
  • Keputusan sebagian ulama untuk tidak menikah merupakan bentuk ijtihad pribadi dalam kondisi tertentu dan tidak dapat dijadikan ketentuan umum bagi seluruh umat.
  • Nilai utama yang patut diteladani dari ulama besar adalah kesungguhan menuntut ilmu, keikhlasan, semangat menjaga waktu, dan kesediaan berkorban demi kemaslahatan umat.
  • Mayoritas umat Islam dianjurkan menyeimbangkan tanggung jawab dalam keluarga, menuntut ilmu, dan berdakwah sesuai kemampuan, dengan menikah menjadi jalan yang lebih dekat kepada sunah Nabi jika memiliki kemampuan.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Keteladanan ulama tidak diukur dari status pernikahan, melainkan dari keikhlasan mereka dalam menjaga ilmu dan mengabdi kepada umat. Masyarakat pun diimbau tidak keliru memahami pilihan hidup sebagian ulama yang memutuskan untuk tidak menikah.

Hal tersebut disampaikan Anggota Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kalimantan Selatan, H. Musthofal Fitri, Lc., dalam program Ngobrol Bareng Komunitas di RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis, 2 Juli 2026. Menurutnya, tema "Ulama Jomblo Rela Tidak Beristri Demi Ilmu" bertujuan meluruskan persepsi masyarakat, bukan mengajak umat meniru pilihan tersebut.

“Menikah tetap merupakan sunah Rasulullah saw yang dianjurkan bagi mereka yang mampu,” kata Musthofal Fitri. “Adapun sebagian ulama memilih tidak menikah karena khawatir tidak mampu memenuhi hak-hak keluarga akibat seluruh waktunya dicurahkan untuk ilmu dan dakwah.”

Ia menjelaskan, keputusan sebagian ulama untuk tidak menikah merupakan bentuk ijtihad pribadi dalam kondisi tertentu. Pilihan tersebut tidak dapat dijadikan ketentuan umum karena Islam tetap menganjurkan pernikahan bagi mereka yang memiliki kemampuan.

Musthofal Fitri menambahkan, banyak ulama besar dikenang karena karya dan pengabdiannya yang terus memberi manfaat bagi umat hingga kini. Menurutnya, nilai utama yang patut diteladani adalah kesungguhan dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya.

“Yang patut kita teladani bukan status mereka yang tidak menikah. Yang harus dicontoh adalah kecintaan kepada ilmu, keikhlasan, semangat menjaga waktu, dan kesediaan berkorban demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

Ia menilai semangat tersebut tetap relevan diterapkan dalam kehidupan modern tanpa harus meninggalkan kehidupan berkeluarga. Mayoritas umat Islam justru dianjurkan menyeimbangkan tanggung jawab dalam keluarga, menuntut ilmu, dan berdakwah sesuai kemampuan.

“Kalau Allah memberikan kemampuan untuk menikah sekaligus menuntut ilmu, itulah jalan yang lebih dekat kepada sunah Nabi,” ujar Musthofal Fitri. “Agama mengajarkan keseimbangan dalam menjalankan setiap Amanah.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....