SPMB Banjarmasin Kembali "Babak Belur", SD-SMP Negeri Sepi Peminat! Kadisdik: Nahh
- 03 Jul 2026 10:33 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Fenomena minimnya peminat di sekolah negeri kembali menjadi pekerjaan rumah serius bagi Pemerintah Kota Banjarmasin. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027, puluhan SD dan SMP negeri tercatat kembali gagal memenuhi kuota penerimaan siswa baru.
Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya ada 20 SMP Negeri di Kota Banjarmasin masih kekurangan peserta didik baru setelah SPMB secara daring resmi ditutup. Yaitu SMPN 10, SMPN 12, SMPN 13, SMPN 14, SMPN 16, SMPN 17, SMPN 18, SMPN 20, SMPN 21, SMPN 22, SMPN 23, SMPN 25, SMPN 26, SMPN 27, SMPN 28, SMPN 29, SMPN 32, SMPN 33, SMPN 34 dan SMPN 35.
Kondisi tersebut membuat Dinas Pendidikan kembali membuka pendaftaran secara offline hingga awal Juli sebagai upaya mengejar kuota yang belum terpenuhi.Fenomena ini bukan kali pertama terjadi, karena memang dalam beberapa tahun terakhir sejumlah sekolah negeri di Banjarmasin terus mengalami kekurangan siswa baru.
Misalnya yang terjadi di SMPN 23 Banjarmasin, masih menyisakan 27 kursi kosong dari total kuota 224 siswa yang dibuka untuk tujuh rombongan belajar. Menurutnya, kekurangan siswa sudah menjadi persoalan rutin setiap tahun.
Sampai hari terakhir pendaftaran online masih kurang 27 siswa lagi dari total kuota. Bisanya sekolah tetap membuka pendaftaran hingga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung," kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 23 Banjarmasin, Sisti Salmiati.
Kondisi lebih memprihatinkan terjadi di SMPN 10 Banjarmasin, yang masih kekurangan 87 siswa dari total kuota 193 peserta didik yang disediakan. "Di tempat kami masih kekurangan. Sehingga kembali membuka pendaftaran," ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 10 Banjarmasin, Apriansyah.
Fenomena serupa juga melanda jenjang sekolah dasar, Bahkan ada sekolah yang nyaris tidak mendapatkan murid baru. Di SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin misalnya, hingga penutupan SPMB pada 27 Juni 2026 hanya ada satu calon siswa yang mendaftar melalui jalur zonasi.
"Baru satu pendaftar, dan pendaftaran siswa baru kami perpanjang secara offline. Padahal kami siapkan kuota 28 siswa baru untuk satu rombongan belajar," kata Pelaksana Tugas Kepala SDN Teluk Dalam 10 Banjarmasin, Arif Rahman Hakim.
Pengawas Gugus Mulawarman Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Rasmila, membenarkan mayoritas sekolah di wilayah pengawasannya mengalami persoalan serupa. Pemicunya mulai dari lokasi sekolah yang saling berdekatan, berkurangnya jumlah anak usia sekolah, hingga belum meratanya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme SPMB berbasis online.
"Masih ada orang tua yang belum memahami mekanisme SPMB. Akibatnya ada jalur yang kelebihan pendaftar, sementara di jalur lain justru kosong sehingga kuota sekolah tidak terpenuhi," kata Rasmila.
Diketahui, pada pelaksanaan penerimaan siswa tahun 2025 lalu, tercatat 117 SD Negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin mengalami kekurangan murid baru, bahkan sebagian sekolah nyaris tidak memperoleh pendaftar. Saat dikonfirmasi awak media melalui Whatsapp, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Ryan Utama, hanya memberikan tanggapan “Nahh”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....