Rp7 Miliar untuk Drainase Tahun 2026, PUPR Kejar Ketertinggalan Lawan Banjir
- 03 Jul 2026 09:36 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin menggelontorkan anggaran sekitar Rp7 miliar untuk membangun jaringan drainase primer baru sepanjang 2,3 kilometer pada tahun 2026. Proyek tersebut diprioritaskan di sejumlah titik strategis sebagai upaya mengejar ketertinggalan cakupan drainase.
Pada tahun ini, pembangunan difokuskan pada kawasan Jalan Kelayan B, Jalan KS Tubun, Jalan Saka Permai, hingga Jalan Madang. Seluruh ruas tersebut merupakan saluran primer yang dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat sistem pengendalian banjir di Kota Banjarmasin.
Kepala Bidang Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Harwita Oktania, mengatakan proyek yang dikerjakan tahun ini merupakan pembangunan jaringan baru. Dengan kata lain, bukan sekadar perbaikan saluran yang sudah ada.
"Yang dikerjakan tahun ini ada di tiga ruas jalan yang merupakan saluran primer, yaitu Jalan Kelayan B, KS Tubun, Saka Permai, dan Madang. Total panjangnya sekitar 2,3 kilometer dan kita targetkan selesai paling lambat akhir tahun ini," kata Harwita.
Menurut Herwita, pembangunan drainase baru menjadi strategi utama pemerintah daerah untuk memperluas cakupan layanan sekaligus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir. Selama beberapa tahun terakhir, pembangunan drainase di Banjarmasin rata-rata hanya mampu mencapai sekitar tiga kilometer setiap tahun karena keterbatasan anggaran.
Meski pembangunan terus dilakukan, ia mengakui kondisi jaringan drainase di Kota Banjarmasin masih jauh dari ideal. Hingga saat ini, cakupan drainase baru baru menyentuh sekitar 30 persen dari kebutuhan secara keseluruhan.
"Kalau melihat panjang jalan yang ada, baru sekitar 30 persen yang memiliki drainase. Jadi cakupan layanan masih perlu terus ditingkatkan dan menjadi fokus kami ke depan," ujarnya.
Rendahnya cakupan tersebut membuat PUPR memilih memprioritaskan pembangunan saluran baru dibandingkan melakukan rehabilitasi drainase eksisting. Langkah itu dinilai lebih efektif untuk memperluas layanan sekaligus mengurangi titik-titik genangan yang selama ini masih menjadi persoalan di sejumlah kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....