Infrastruktur Sekolah Belum Memadai, Dua SDN di Banjarmasin Langganan Banjir

  • 06 Jul 2026 03:12 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kondisi lingkungan sekolah yang kurang memadai masih menjadi pekerjaan rumah bagi dunia pendidikan di Kota Banjarmasin. Infrastruktur pendidikan yang masih mengalami berbagai persoalan klasik seperti genangan air masih kerap dijumpai di sejumlah titik kota.

Hal ini salah satunya melanda SDN Teluk Dalam 9 dan SDN Teluk Dalam 10 yang letak bangunan sekolahnya berdiri tepat bersebelahan. Kedua sekolah yang berada di dalam gang sempit dan padat penduduk di kawasan Jalan Sutoyo S ini kerap terendam banjir saat air pasang tiba.

Kepala SDN Teluk Dalam 9, Arif Rahman Hakim, mengungkapkan fenomena banjir rob tersebut sudah menjadi agenda tahunan yang terus berulang. Kondisi ini semakin parah jika luapan air pasang terjadi berbarengan dengan hujan berintensitas tinggi.

"Aktivitas belajar mengajar tentu terganggu. Terutama kegiatan kita seperti apel dan olahraga yang perlu menggunakan lapangan," ujar Arif yang sekaligus menjabat sebagai Plt Kepala SDN Teluk Dalam 10.

Menurutnya, posisi bangunan sekolah yang diapit di antara pemukiman gang sempit membuat area pekarangan sekolah menjadi tempat limpasan air. Genangan tersebut semakin sulit surut akibat sistem drainase di sekitar lingkungan sekolah yang saat ini dalam kondisi kurang memadai.

Menyikapi persoalan itu, pihak sekolah sejauh ini telah mengupayakan berbagai langkah penanganan darurat secara mandiri. Arif menyebut pihaknya sempat berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk meminta tumpukan karung berisi lumpur dari hasil pengerukan sungai.

"Jadi kemarin ada pengerukan sungai dekat sini. Kemudian saya coba koordinasi sehingga kita mendapatkan karung itu untuk ditimbun sementara," katanya menjelaskan.

Kondisi tumpukan karung yang kini semakin mengeras tersebut difungsikan sebagai jalur darurat. Tumpukan tersebut menjadi akses menuju bangunan utama kelas bagi siswa dan guru saat banjir tiba.

Meski demikian, Arif menegaskan pemanfaatan tumpukan karung tersebut hanya bersifat sementara. Pihak sekolah tetap mengupayakan adanya solusi konkret untuk jangka panjang.

"Kita berharapnya ada bantuan dari dinas pendidikan untuk meninggikan halaman atau perbaikan drainase juga. Supaya tidak lagi digenangi air," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....