PKK Kalsel Perkuat Ketahanan Keluarga melalui Peran Ayah dan Ibu

  • 02 Jul 2026 18:37 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 menjadi momentum bagi Tim Penggerak PKK Provinsi Kalimantan Selatan untuk memperkuat ketahanan keluarga. Melalui siaran "Cerita di Siang Hari" RRI Pro1 Banjarmasin, Senin, 29 Juni 2026, PKK Kalsel mengajak masyarakat memperkuat peran ayah dan ibu dalam membangun keluarga yang harmonis serta mencetak generasi yang berkualitas.

Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, dr. Hj. Sri Wahyuni, M.M.Kes., mengatakan pembangunan bangsa berawal dari keluarga. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam mendampingi tumbuh kembang anak menjadi bagian penting dalam menciptakan keluarga yang tangguh.

"Ayah diminta meluangkan waktu minimal satu jam setiap hari untuk berinteraksi secara aktif bersama anak dan istri di rumah," ujar Sri Wahyuni. “Kebiasaan sederhana ini diharapkan mampu mempererat hubungan dalam keluarga.”

Ia menjelaskan, PKK dari tingkat pusat hingga daerah terus menjalankan program Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana (GKSTB). Program tersebut mencakup upaya penurunan stunting, pemantauan kesehatan keluarga, hingga edukasi mengenai perencanaan keuangan.

"Edukasi ini terus digalakkan kepada masyarakat. Hal ini agar setiap keluarga memiliki kesiapan menghadapi berbagai dinamika kehidupan," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pokja IV TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Dra. Hj. Djuhairiah Djuhdi, M.M.Kes., menekankan pentingnya penanaman nilai agama sejak dini di lingkungan keluarga. Menurutnya, ayah memiliki peran sebagai imam yang membimbing seluruh anggota keluarga dalam menjalankan kehidupan beragama.

"Hal tersebut menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Dengan demikian, mereka tidak mudah terpengaruh oleh dampak negatif perkembangan zaman," ucap Djuhairiah.

Dalam pelaksanaannya, kader PKK terus melakukan pendampingan hingga ke tingkat desa. Berbagai program pemberdayaan, seperti pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran, juga terus didorong guna membantu meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

"Sinergi ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga. Terutama di tengah kondisi perekonomian yang masih penuh tantangan," katanya.

Sri Wahyuni juga menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mental orang tua dalam mewujudkan keluarga yang harmonis. Menurutnya, tekanan psikologis yang dialami orang tua dalam mengasuh anak maupun merawat anggota keluarga lanjut usia memerlukan perhatian bersama.

"Fenomena tersebut perlu mendapat perhatian dari semua pihak. Hal ini agar keharmonisan keluarga tetap terjaga tanpa menimbulkan konflik," ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat, PKK Kalimantan Selatan berencana membuka stan konsultasi keluarga yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Layanan tersebut diharapkan menjadi ruang konsultasi mengenai pola asuh, kesehatan keluarga, hingga persoalan psikologis.

"Upaya kolaboratif bersama berbagai instansi akan terus dimaksimalkan," ucap Djuhairiah. “Hal ini untuk mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan mendukung Indonesia Maju.”

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....