Bijak Berbahasa, Kunci Membangun Komunikasi yang Sehat
- 29 Jun 2026 12:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pilihan kata dalam komunikasi sehari-hari berpengaruh terhadap kondisi psikologis, cara berpikir, dan hubungan antarmanusia. Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak menggunakan bahasa, baik saat berbicara langsung maupun di ruang digital.
Hal tersebut disampaikan Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Ridha Nazharullah, M.Pd., kepada RRI Banjarmasin, Senin, 29 Juni 2026. Menurutnya, dampak bahasa terhadap perasaan seseorang dapat dipahami melalui aspek linguistik, etika, literasi, dan budaya komunikasi.
Ridha mengatakan setiap kata tidak hanya memiliki makna kamus, tetapi juga membawa muatan emosional. Kajian psikolinguistik menunjukkan bahasa diproses otak secara logis sekaligus memengaruhi kondisi emosional seseorang.
“Bahasa yang positif dapat meningkatkan motivasi dan rasa sejahtera,” ucapnya. “Sebaliknya, bahasa yang kasar dapat memicu stres, kecemasan, dan sikap defensif karena dianggap sebagai ancaman psikologis.”
Ia menjelaskan etika berbahasa merupakan kontrak sosial yang menjaga komunikasi tetap sehat. Prinsip kesantunan membantu mengurangi konflik sekaligus menjaga harga diri lawan bicara.
“Ketika etika berbahasa diabaikan atas nama kebebasan berekspresi, komunikasi berpotensi berubah menjadi agresi verbal,” ujarnya. “Etika berbahasa juga mencerminkan kematangan emosional dan kemampuan mengendalikan diri di ruang publik.”
Menurutnya, komunikasi berbasis teks di media sosial memiliki risiko tinggi menimbulkan kesalahpahaman. Kondisi tersebut terjadi karena tidak adanya intonasi suara maupun ekspresi wajah yang mendukung penyampaian pesan.
“Setiap informasi perlu disaring dengan mempertimbangkan validitas, urgensi, dan manfaatnya sebelum disampaikan kepada publik,” katanya. “Langkah tersebut penting untuk mengurangi kesalahpahaman dan dampak negatif di ruang digital.”
Ridha mengajak masyarakat menggunakan bahasa yang membangun, menghargai, dan berorientasi pada solusi. Menurutnya, mengkritik tidak harus merendahkan orang lain karena pilihan kata yang baik dapat merawat kerukunan, memanusiakan sesama, serta menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....