Pedagang Bersiap, Harga Telur di Pasaran Diprediksi Terus Mengalami Penurunan

  • 28 Jun 2026 17:49 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Harga telur ayam di pasaran Kota Banjarbaru kembali mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Saat ini, harga telur berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram, turun dari sebelumnya Rp26 ribu per kilogram.

Pedagang Toko Rachel di kawasan Trikora Banjarbaru, Hendrik, mengatakan harga telur diperkirakan masih akan kembali mengalami penurunan dalam waktu dekat. Menurutnya, melimpahnya pasokan menjadi faktor utama yang memengaruhi harga di tingkat pedagang sehingga harga terus bergerak turun.

"Harga telur ini kemungkinan masih akan turun lagi dalam sepekan ke depan apabila harga pasokan telur dari Jawa tidak seimbang dengan telur lokal. Kalau harga telur Jawa masih seperti ini, kemungkinan harga jual disini bisa turun lagi per minggu seribu rupiah," ujar Hendrik, Minggu 28 Juni 2026.

Hendrik menambahkan, kondisi tersebut turut memengaruhi perdagangan telur dari peternak lokal. Harga pakan ternak yang masih tinggi membuat peternak kesulitan menjual telur dengan harga yang mampu bersaing dengan pasokan dari Jawa.

Menurutnya, banyak pedagang kini memilih mengambil pasokan telur dari Jawa karena harganya lebih murah dari telur lokal. Kondisi itu diharapkan tidak berlangsung lama agar peternak lokal tetap mampu bersaing.

“Dari pedagang, kalau harga telur turun ya kita jual turun, kalau naik ya kita jual naik, jadi untuk persiapannya ya biasa aja. Ya mudah-mudahan bisa seimbang harga telur ke depan biar tidak membebani masyarakat dan tidak merugikan pedagang atau peternak lainnya,” ucap Hendrik.

Meski harga mengalami penurunan, aktivitas jual beli telur di tokonya tetap berjalan normal. Konsumen mulai memanfaatkan harga yang lebih murah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Para pedagang berharap harga telur tetap stabil sehingga tidak merugikan peternak maupun pelaku usaha. Mereka juga optimistis harga telur masih berpeluang turun dalam beberapa hari ke depan apabila pasokan tetap melimpah dan permintaan pasar berjalan normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....