Miliaran Rupiah untuk Ratusan WC Sehat di Kawasan Bantaran Sungai Banjarmasin

  • 28 Jun 2026 15:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Sebanyak 200 unit tangki septik individual mulai dibangun sepanjang 2026 di kawasan permukiman padat dan bantaran sungai Banjarmasin. Hal ini sebagai upaya mempercepat terwujudnya Banjarmasin bebas buang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF).

Program yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp2,3 miliar dari pemerintah pusat itu menyasar empat kelurahan, yakni Basirih, Kuin Utara, Murung Raya, dan Mantuil. Seluruh kawasan tersebut didominasi permukiman bantaran sungai yang masih menggunakan jamban apung dan masuk kategori kawasan kumuh.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra Iriandhy Wijaya, mengatakan pembangunan telah dimulai sejak Mei 2026. "Empat kelurahan itu ada di Basirih, Kuin Utara, Murung Raya, dan Mantuil. Jadi sudah dimulai dari bulan Mei lalu," ujarnya.

Menurut Chandra, pembangunan tangki septik individual bukan sekadar proyek fisik. Melainkan bagian dari strategi besar Pemko Banjarmasin untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat dan menghapus praktik buang air besar sembarangan.

Ia menegaskan, program tersebut berjalan seiring dengan gerakan ODF (Open Defecation Free) yang saat ini menjadi prioritas lintas organisasi perangkat daerah (OPD). "Program ODF ini juga dikerjakan beberapa SKPD. PUPR membangun 200 unit melalui DAK, sementara Disperkim juga menjalankan program serupa dengan pembangunan 80 unit pada tahun ini," ucapnya.

Pembangunan dilakukan dengan pola swakelola masyarakat, sementara Dinas PUPR bertugas melakukan pendampingan dan pengawasan agar kualitas pekerjaan sesuai standar. Chandra optimistis seluruh target pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu.

"Insya Allah rampung semua pada November. Pembangunannya dilakukan secara swakelola oleh warga sendiri dan kami melakukan pemantauan," katanya.

Ia berharap bantuan dari pemerintah pusat untuk sektor sanitasi dapat terus berlanjut. Sehingga cakupan layanan sanitasi layak di Banjarmasin semakin luas, terutama di kawasan yang masih tertinggal.

"Mudah-mudahan program ini bisa terus berkelanjutan karena kami terus mengusulkan bantuan DAK dari pemerintah pusat. Kalau kembali mendapat alokasi, tentu akan terus kami lanjutkan," ujar Chandra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....