BI Sebut Ekonomi Nasional dan Kalsel Tetap Tumbuh Positif
- 10 Jun 2026 11:23 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bank Indonesia menyampaikan perekonomian nasional masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah berbagai tantangan global. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 yang digelar di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Senin, 9 Juni 2026.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, M. Anwar Bashori, menyampaikan Bank indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01%. Sementara itu, Kalimantan Selatan mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,67% atau berada di atas rata-rata nasional.
“Dari sisi stabilitas harga, inflasi nasional berada pada level 3,01 persen. Tren inflasi di Kalimantan Selatan juga menunjukkan penurunan secara bertahap sejak Februari 2026,” ujarannya.
Bank Indonesia menjelaskan stabilitas ekonomi terus dijaga melalui berbagai kebijakan yang ditempuh secara konsisten. Upaya ini meliputi pengendalian inflasi, penguatan nilai tukar rupiah, dan pengelolaan likuiditas guna menjaga keseimbangan perekonomian.
Selain itu, cadangan devisa Indonesia April 2026 tercatat mencapai 146 miliar dolar AS. Jumlah ini dinilai cukup untuk membiayai kebutuhan impor selama 5,8 bulan dan menjadi salah satu indikator ketahanan ekonomi nasional.
“Uang kartal yang beredar di Indonesia hingga April 2026 mencapai sekitar Rp1.300 triliun. Jumlah itu terdiri atas sekitar 35 miliar lembar uang kertas dan 30 miliar keping uang logam yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ucapnya.
Menurutnya, pertumbuhan jumlah uang beredar yang mencapai sekitar 9% sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Adapun porsi uang kartal saat ini sekitar 20% dari total transaksi karena penggunaan sistem pembayaran digital yang mengalami peningkatan perkembangan ekonomi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....