Rp140 Miliar Digelontorkan untuk Bebaskan Lahan Proyek Veteran Tahap Dua

  • 26 Jun 2026 08:35 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Proyek peningkatan kapasitas sungai Veteran yang masuk dalam program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP) terus bergerak. Memasuki tahap kedua, Pemerintah Kota Banjarmasin mengalokasikan anggaran sekitar Rp140 miliar untuk pembebasan lahan guna mendukung revitalisasi Sungai Veteran.

Program yang mendapat dukungan pendanaan dari Bank Dunia ini menjadi salah satu proyek strategis yang ditargetkan mampu meningkatkan ketahanan Kota Seribu Sungai terhadap ancaman banjir sekaligus memperbaiki sistem drainase perkotaan.

Sejumlah bangunan di kawasan terdampak bahkan telah dibebaskan oleh Pemko Banjarmasin.

Selain itu, sebagian lahan yang berada di jalur proyek juga direncanakan akan dihibahkan oleh Korem 101/Antasari guna mempercepat pelaksanaan pekerjaan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra, mengatakan proses pembebasan lahan saat ini masih terus berjalan di sejumlah titik prioritas.

“Saat ini sedang berproses pembayaran di kawasan Klenteng dan Taher. Pada tahap kedua ini pengerjaan dari Gatot sampai Sungai Gardu, kemudian tahap ketiga dari Gatot ke Simpang Ulin dan juga ada beberapa pembebasan lahan hibah dari Korem,” ujar Chandra.

Menurutnya, Pemko Banjarmasin tidak bekerja sendiri dalam menjalankan proyek bernilai jumbo tersebut. Berbagai instansi terkait turut dilibatkan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan target yang telah ditetapkan.

“Sosialisasi juga dibantu Kejaksaan, BWS, dan BPN untuk percepatan. Beberapa tahapan sudah berjalan dan penyampaian pembebasan lahan tahap pertama juga sudah selesai,” ucapnya.

Chandra menjelaskan, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan Negeri Banjarmasin, serta sejumlah instansi lainnya. Langkah itu dilakukan untuk meminimalkan kendala dalam proses pembebasan lahan maupun pelaksanaan konstruksi di lapangan.

Proyek revitalisasi Sungai Veteran sendiri menjadi bagian penting dari program NUFReP yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengendalian banjir di kawasan perkotaan. Dengan normalisasi dan penataan sungai yang lebih baik, diharapkan risiko genangan yang selama ini kerap menghantui sejumlah kawasan di Banjarmasin dapat ditekan secara signifikan.

Pemko Banjarmasin sendiri menargetkan proyek tersebut dapat rampung pada 2027 hingga 2028. Total kebutuhan anggaran yang disiapkan untuk keseluruhan proyek mencapai sekitar Rp1 triliun, yang bersumber dari pendanaan Bank Dunia.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, revitalisasi Sungai Veteran diproyeksikan menjadi salah satu proyek infrastruktur pengendalian banjir terbesar dalam sejarah Kota Banjarmasin. Selain itu juga menjadi tonggak penting dalam upaya menjadikan kota ini lebih tangguh menghadapi perubahan iklim serta ancaman banjir di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....