Stop Kekerasan Anak Demi Masa Depan
- 24 Jun 2026 16:31 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dalam siaran Pengarusutamaan Gender RRI Pro1 Banjarmasin merespons isu sosial di masyarakat mengenai pencegahan kekerasan berulang demi masa depan anak. Senin 22 Juni 2026. Sebagai Narasumber hadir Karimah S.E., Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Perlindungan Khusus Anak DPPPA Banjarmasin.
Karimah menggarisbawahi urgensi komitmen kolektif dari lingkungan terdekat. Ia menilai penanganan kasus kekerasan terhadap anak memerlukan keterlibatan aktif dan sinergi dari seluruh lini masyarakat.
"Perlindungan terhadap anak-anak merupakan tanggung jawab bersama yang tidak bisa ditunda," ujar Karimah.
Menurutnya, fenomena kekerasan yang terus berulang sering kali berakar dari pola pengasuhan keluarga yang keliru. DPPPA Banjarmasin berkomitmen memperkuat edukasi dan sosialisasi hingga tingkat terbawah demi memutus mata rantai tersebut.
"Jangan biarkan air mata anak menjadi cerita yang terulang kembali di masa depan," kata Karimah.
Pandangan segar juga datang dari kalangan akademisi muda yang melihat tantangan anak dari dimensi yang berbeda. Mahasiswi Program Studi Teknologi Informasi Universitas Sari Mulia, Rizka Maulina, turut menyoroti ancaman baru di ruang digital. Menurutnya, era modern menuntut kewaspadaan lebih karena intimidasi psikologis terhadap anak kini marak terjadi di media sosial.
Rizka menekankan bahwa perundungan siber memiliki dampak traumatis yang tidak kalah hebat dari kekerasan fisik. Oleh karena itu, edukasi mengenai literasi digital sejak dini dinilai menjadi benteng pertahanan utama bagi anak.
"Generasi muda harus ikut andil dalam menciptakan ruang siber yang ramah dan aman," ujar Rizka.
Kolaborasi multi-sektor antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan perlindungan anak di Banjarmasin. Keberanian warga untuk melaporkan setiap indikasi kekerasan di lingkungan sekitar juga dipandang sangat krusial. Penanganan dini yang tepat akan membantu memulihkan psikologis korban dan mencegah dampak buruk jangka panjang.
Melalui siaran ini, RRI menegaskan perannya sebagai media pelayan publik yang responsif terhadap isu perlindungan anak. Semua pihak diharapkan bergerak nyata guna mewujudkan lingkungan yang aman di Kalimantan Selatan. Sinergi ini menjadi modal utama dalam mencetak generasi emas tanpa bayang-bayang trauma masa lalu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....