Heboh Dugaan Grup LGBT di Banjarmasin, Pemko Ambil Sikap:

  • 23 Jun 2026 19:06 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Isu dugaan keberadaan grup LGBT dengan anggota mencapai ribuan orang di Kota Banjarmasin menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pun menggelar rapat khusus untuk membahas langkah penanganannya.

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, mengungkapkan bahwa informasi yang diterima menyebutkan adanya grup penyuka sesama jenis dengan jumlah anggota yang cukup besar. “Jadi ada beberapa pihak yang menyampaikan di grup itu ada 3 ribu sampai 6 ribu anggota. Tentu ini menjadi perhatian serius kita,” ujar Ananda.

Meski demikian, Ananda menegaskan hingga saat ini belum terdapat data konkret yang dapat memastikan keberadaan maupun jumlah anggota grup tersebut. Informasi yang menjadi dasar pembahasan masih bersumber dari laporan dan unggahan yang beredar di media sosial.

“Kita belum memiliki data yang valid terkait grup tersebut. Namun informasi yang berkembang tentu tidak bisa diabaikan begitu saja,” katanya.

Menurut Ananda, salah satu alasan pemerintah memberikan perhatian terhadap fenomena tersebut adalah dampaknya terhadap aspek kesehatan masyarakat. Ia menyoroti tren peningkatan kasus HIV di Kota Banjarmasin sepanjang 2025 yang dinilai cukup signifikan.

“Penyumbang terbesar berasal dari kelompok Lelaki Suka Lelaki (LSL). Otomatis ini juga termasuk LGBT, penyumbang terbesar dari LSL,” ucapnya.

Pemko Banjarmasin, lanjutnya, saat ini menyiapkan dua fokus utama dalam menyikapi persoalan tersebut. Pertama, memperkuat edukasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai isu LGBT melalui pendekatan yang tepat dan terukur.

Sementara langkah kedua adalah menyiapkan pendampingan bagi individu yang telah mengidentifikasi diri sebagai LGBT. “Kita ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat melalui edukasi yang benar. Bagi mereka yang sudah terpapar atau mengidentifikasi diri sebagai LGBT, perlu dipikirkan langkah pendampingan agar dapat kembali kepada identitas dirinya,” katanya.

Ananda berharap generasi muda di Kota Seribu Sungai semakin memahami jati dirinya. Selain itu juga mampu menyaring berbagai pengaruh yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai yang berkembang di tengah masyarakat.

“Jadi, itu yang harus bisa kita rumuskan bersama Forkopimda. Ada banyak saran yang menjadi perhatian,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....