OJK Ingatkan Tantangan Baru usai Bank Kalsel Devisa
- 22 Jun 2026 14:39 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, mengingatkan bahwa status Bank Kalsel sebagai bank devisa tidak hanya menjadi peluang bisnis semata. Status tersebut juga membawa tantangan besar dalam memperkuat manajemen risiko dan kesiapan sumber daya manusia.
Pernyataan itu disampaikan Agus saat menghadiri peluncuran layanan Bank Kalsel berstatus bank devisa di Kantor Pusat Bank Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin 22 Juni 2026. Kegiatan tersebut menandai dimulainya layanan perbankan devisa yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pelaku usaha di daerah.
Menurut Agus, bertambahnya layanan dan ruang lingkup usaha sebagai bank devisa akan memunculkan berbagai risiko baru yang lebih kompleks. Oleh karena itu, kesiapan sistem pengawasan, teknologi, dan sumber daya manusia menjadi aspek yang harus mendapat perhatian serius.
“Ini tidak bisa hanya dipandang sebagai peluang, tetapi juga tantangan untuk meningkatkan manajemen risiko. Akan banyak risiko baru yang muncul dan harus diantisipasi. Karena itu, status bank devisa ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mendorong peningkatan ekonomi daerah,” ujar Agus.
Ia menilai pencapaian Bank Kalsel sebagai bank devisa harus dibarengi dengan penguatan tata kelola perusahaan yang baik. Selain itu, kesiapan internal bank juga diperlukan agar mampu menjawab kebutuhan layanan perbankan yang semakin kompleks, terutama terkait transaksi valuta asing dan perdagangan internasional.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel Fachrudin menjelaskan bahwa status bank devisa diraih melalui proses panjang dan pemenuhan berbagai ketentuan regulator. Setelah memperoleh izin prinsip pada akhir Desember 2025, Bank Kalsel harus melengkapi puluhan persyaratan administratif dan operasional sebelum mendapatkan izin operasional.
“Mulai dari persyaratan yang mencakup aspek manajemen risiko, teknologi informasi, kepatuhan, serta kesiapan sumber daya manusia. Penguatan sistem layanan perbankan juga menjadi bagian penting dalam proses transformasi menuju bank devisa,” katanya.
Ia menegaskan keberhasilan Bank Kalsel memperoleh status bank devisa tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan status baru tersebut, Bank Kalsel diharapkan mampu memperluas layanan, meningkatkan daya saing, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah melalui layanan perbankan yang lebih modern dan terintegrasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....