Bumi sebagai Tempat Kehidupan dan Ujian Ketaatan Manusia
- 17 Jun 2026 16:54 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Bumi diciptakan untuk menunjang kebaikan dan kebutuhan hidup manusia. Hal tersebut disampaikan akademisi UIN Antasari, Ustaz Husaini, M.Pd.I dalam Kuliah Subuh RRI Pro 1 Banjarmasin, Rabu, 17 Juni 2026.
Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 29 menjelaskan bahwa seluruh isi bumi disiapkan Allah untuk manusia. Bumi berfungsi menunjang kebutuhan hidup manusia selama berada di dunia.
Ustaz Husaini menjelaskan manusia memang telah dipersiapkan untuk menempati bumi sejak awal penciptaan. Unsur pembentuk jasad Nabi Adam berasal dari tanah dan akan kembali kepada tanah.
“Posisi bumi dengan segala isinya adalah untuk menunjang kemaslahatan manusia,” ujarnya. “Bumi dipersiapkan sebagai tempat kehidupan keturunan Nabi Adam.”
Ia mengatakan nilai manusia tidak terletak pada fisik maupun rupa, melainkan pada ketaatan dan pengabdiannya kepada Allah Swt.
Ustaz Husaini juga mengutip Surah Adz-Dzariyat ayat 56 tentang tujuan penciptaan manusia, yaitu untuk beribadah dan mengenal Allah secara mendalam (ma’rifah).
“Manusia yang bernilai adalah manusia yang memiliki hati yang ma’rifah atau mengenal Allah secara mendalam,” katanya. “Dari ma’rifah lahir ketaatan dan kebaikan kepada sesama.”
Selain itu, ia mengutip hadis Nabi Muhammad saw yang menyebut Allah tidak melihat rupa dan jasad manusia. Allah melihat hati dan amal perbuatan manusia.
Ia menegaskan bumi akan kehilangan nilainya apabila tidak lagi terdapat manusia yang mengingat Allah. Karena itu, nilai bumi terletak pada keberadaan manusia, sedangkan nilai manusia terletak pada pengenalan kepada Allah yang tertanam dalam hati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....