Disdikbud Kalsel Siapkan Strategi Tingkatkan Indeks Kebudayaan Daerah

  • 15 Jun 2026 20:41 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mulai menyiapkan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK). Upaya ini dilakukan karena nilai IPK Kalsel masih berada di bawah rata-rata nasional.

Berdasarkan evaluasi tahun 2024–2025, nilai IPK Kalimantan Selatan tercatat sebesar 29,5 poin. Sementara itu, rata-rata nasional telah mencapai 31 poin.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kalsel, Eddy Suwarto, mengatakan terdapat tiga dimensi yang masih menjadi tantangan dalam peningkatan IPK. Ketiga dimensi tersebut meliputi ekonomi budaya, ekspresi budaya, dan pendidikan.

“Berdasarkan data tahun sebelumnya, ada tiga dimensi yang poinnya masih kurang, yaitu dimensi ekonomi budaya, dimensi ekspresi budaya, dan dimensi pendidikan,” ujar Eddy, Selasa 2 Juni 2026. Menurutnya, hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan kebudayaan yang lebih baik.

Guna meningkatkan indeks tersebut, Disdikbud Kalsel telah menyiapkan empat strategi utama. Salah satunya adalah penguatan kelembagaan melalui pembentukan Dewan Kebudayaan Daerah dan peningkatan status museum daerah menjadi Tipe A.

Strategi berikutnya dilakukan dengan memperluas kolaborasi bersama mahasiswa, sekolah, komunitas seni, dan Badan Pengelola Geopark Meratus. Kolaborasi ini akan diwujudkan melalui pembentukan Geopark Corner sebagai ruang diskusi dan pengembangan gagasan budaya.

“Kita juga akan berkolaborasi dengan Badan Pengelola Geopark Meratus dan menyiapkan Geopark Corner sebagai wadah para pegiat seni dan budaya bertukar pikiran agar program yang kita siapkan bisa berjalan secara inklusif,” kata Eddy. Selain itu, revitalisasi museum dan pembangunan Banua Culture Hub juga disiapkan untuk mendukung aktivitas budaya masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....