Mukerda MUI Kalsel Fokus Perkuat Peran Keumatan dan Kebangsaan
- 12 Jun 2026 09:20 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan menyiapkan sejumlah program strategis melalui Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) 2026. Forum tersebut diarahkan untuk memperkuat peran keumatan, kebangsaan, serta merumuskan rekomendasi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Mukerda MUI Kalsel dijadwalkan berlangsung pada 14–16 Juni 2026. Kegiatan itu menjadi forum musyawarah anggota untuk menyusun program kerja dan langkah strategis organisasi selama satu tahun ke depan.
Sekretaris Umum MUI Kalimantan Selatan, Dr. Nasrullah, mengatakan dalam dialog Palidangan Noorhalis di RRI Pro 1 Banjarmasin, Kamis, 11 Juni 2026, tidak ada perubahan fungsi dasar MUI. Perubahan hanya terjadi pada struktur organisasi yang kini memiliki lebih banyak bidang dan komisi.
"MUI tetap memposisikan diri sebagai pelayan umat dan mitra kritis pemerintah,"kata Nasrullah. "Fungsi itu tidak berubah meskipun struktur organisasi mengalami penambahan."
Menurut Nasrullah, MUI harus tetap independen dalam menjalankan tugasnya. Organisasi tersebut juga berkewajiban menyampaikan kritik konstruktif terhadap kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat.
Ia mengatakan Komisi Fatwa, dakwah kepada masyarakat pedalaman, pembinaan mualaf, serta desa-desa terpencil yang belum banyak tersentuh dai menjadi perhatian MUI ke depan. Berbagai persoalan sosial juga akan menjadi bahan rekomendasi kepada pemerintah dan lembaga terkait.
Sementara itu Sekretaris Steering Committee Mukerda MUI Kalsel, IBG Dharma Putra, mengatakan forum tersebut akan diawali Dialog Kebangsaan. Kegiatan itu bertujuan memperkuat solidaritas nasional di tengah ketidakpastian global dan berbagai tantangan pembangunan.
"Kami ingin membangun solidaritas politik, ekonomi, dan budaya," ucapnya. "Pemimpin yang jujur, tata kelola yang baik, serta pelestarian budaya menjadi perhatian bersama."
Dharma menambahkan Mukerda juga akan menggelar sidang organisasi, program kerja, rekomendasi, dan Bahtsul Masail. Hasil pembahasan nantinya menjadi dasar penyusunan rekomendasi maupun fatwa terhadap berbagai fenomena yang berkembang di masyarakat.
Beberapa isu yang akan dikaji antara lain pendidikan, perbaikan ekonomi, pelestarian lingkungan, stunting, distribusi bahan bakar minyak, dan program koperasi Merah Putih. Kajian tersebut akan melibatkan pendekatan keagamaan dan intelektual.
Di kesempatan yang sama, ketua Organizing Committee Mukerda MUI Kalsel, Dr. Berry Nahdian Furqon, menyebut persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 85 persen. Panitia menargetkan ratusan peserta dari berbagai unsur menghadiri kegiatan tersebut.
"Mukerda akan diikuti sekitar 192 peserta resmi," kata Berry. " Saat pembukaan dan Dialog Kebangsaan, jumlah peserta diperkirakan mencapai 500 orang."
Berry menjelaskan peserta berasal dari unsur pimpinan MUI, komisi, badan dan lembaga, organisasi kemasyarakatan Islam, serta perwakilan MUI kabupaten dan kota se-Kalimantan Selatan. Panitia juga mengundang tokoh nasional dan perwakilan pemerintah pusat sebagai pembicara.
Mukerda tahun ini berbeda dibanding pelaksanaan sebelumnya. Sebagian besar pembiayaan kegiatan berasal dari iuran pengurus sebagai bentuk komitmen dan pengabdian terhadap organisasi.
Panitia berharap Mukerda mampu menghasilkan program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, forum tersebut diharapkan memperkuat peran MUI sebagai mitra umat dan pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan daerah maupun nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....