Cuaca Tak Menentu, Kasus Radang Tenggorokan di Banjarmasin Melonjak!

  • 11 Jun 2026 12:01 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pergantian cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir mulai memicu gangguan kesehatan di tengah masyarakat. Di saat musim kemarau seharusnya identik dengan cuaca panas, hujan yang datang tiba-tiba justru membuat kasus penyakit saluran pernapasan atas meningkat, terutama radang tenggorokan.

Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat radang tenggorokan menjadi salah satu keluhan terbanyak yang dilaporkan puskesmas selama periode perubahan cuaca tersebut. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, Dwi Atmi Susilastuti, mengungkapkan kondisi cuaca yang berubah-ubah dalam waktu singkat menjadi pemicu utama meningkatnya kasus tersebut.

“Beberapa hari lalu cuaca cukup panas hampir selama seminggu, kemudian hujan, lalu kembali panas. Kondisi seperti ini membuat penyakit saluran pernapasan atas, terutama radang tenggorokan, cenderung meningkat,” ujar Atmi di Balai Kota, 11 Juni 2026.

Menurutnya, suhu udara yang panas membuat masyarakat lebih sering mengonsumsi minuman dingin untuk menyegarkan tubuh. Namun kebiasaan tersebut dapat menjadi pemicu gangguan tenggorokan bagi sebagian orang yang memiliki kondisi tubuh sensitif.

“Laporan yang masuk dari puskesmas menunjukkan cukup banyak kasus radang tenggorokan. Selain karena cuaca panas, kondisi daya tahan tubuh yang menurun juga menjadi faktor penyebab,” ucapnya.

Atmi menegaskan, perubahan cuaca yang tidak menentu tidak boleh dianggap remeh. Saat daya tahan tubuh menurun, masyarakat menjadi lebih rentan terserang berbagai penyakit, mulai dari radang tenggorokan hingga infeksi saluran pernapasan lainnya.

Karena itu, Dinkes mengimbau warga untuk memperkuat daya tahan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih. Kemudian menjaga pola makan sehat, beristirahat cukup, serta mengurangi kebiasaan mengonsumsi minuman dingin secara berlebihan.

“Kalau habis minum es, bisa diselingi dengan air hangat agar tidak memicu iritasi tenggorokan. Terutama bagi yang memang sensitif,” ujarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....