Korban Terakhir Tabrakan Kapal Kotabaru Ditemukan, Operasi SAR Ditutup
- 21 Jun 2026 11:27 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Kotabaru - Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban terakhir dari tragedi tabrakan antara kapal nelayan dan kapal penumpang di perairan Desa Labuan Mas, Kabupaten Kotabaru. Penemuan jasad korban ini sekaligus menandai berakhirnya operasi yang telah berlangsung selama tiga hari.
Insiden tabrakan kapal di Kecamatan Pulau Laut Selatan tersebut pertama kali dilaporkan oleh Polsek Pulau Laut Selatab pada Rabu, 17 Juni 2026 lalu. Usai menerima laporan, tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Kotabaru, TNI AL, Polairud, BPBD, hingga nelayan setempat langsung bergerak melakukan penyisiran.
Operasi pencarian ini didukung armada Rigid Inflatable Boat (RIB) hingga perangkat pencitraan satelit. Meski tim di lapangan sempat terkendala faktor cuaca yang tidak menentu, proses penyisiran di area pesisir pantai terus dimaksimalkan.
Tepat pada Sabtu sore, 20 Juni sekitar pukul 17.08 WITA, korban terakhir atas nama Gilang berusia 23 tahun, warga Pulau Laut Sigam, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia terdampar di pesisir pantai. Petugas evakuasi kemudian langsung membawa jenazah korban menuju Rumah Sakit Pangeran Jaya Sumitra.
SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, memastikan seluruh korban dalam kecelakaan pelayaran tersebut kini telah berhasil terdata. Proses evakuasi terhadap para korban di lapangan juga dinyatakan telah rampung sepenuhnya.
"Dengan ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup. Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah ini," ujarnya dalam keterangan resmi.
Di sisi lain, I Putu Sudayana juga menyampaikan apresiasi tinggi terhadap sinergi seluruh unsur SAR di lapangan selama tiga hari terakhir. Ia juga mengingatkan pentingnya perhatian untuk standar keselamatan dalam pelayaran.
"Kami juga mengimbau kepada seluruh pengguna transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan pelayaran dan memperhatikan kondisi cuaca. Kemudian juga memastikan kelengkapan alat keselamatan sebelum berlayar guna mencegah kejadian serupa terulang kembali," katanya.
Berdasarkan data akhir, kecelakaan laut ini total melibatkan tujuh orang korban. Sebanyak lima orang dilaporkan selamat, sementara dua korban lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Setelah melakukan tahapan evaluasi dan debriefing, operasi SAR secara resmi ditutup. Seluruh personel gabungan yang bertugas kini telah ditarik dan dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....