Laba BSI Tumbuh, Penyaluran Zakat Semakin Meningkat

  • 10 Jun 2026 20:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan kinerja positif hingga April 2026 dengan laba bersih mencapai Rp2,80 triliun. Capaian tersebut meningkat 17,79 persen secara year on year (YOY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba tersebut turut mendorong peningkatan manfaat sosial perusahaan melalui penyaluran zakat. Hingga April 2026, proyeksi zakat perusahaan mencapai sekitar Rp72 miliar yang diharapkan memberikan dampak lebih luas bagi masyarakat.

Selain laba yang meningkat, BSI juga mencatatkan pertumbuhan aset yang mencapai Rp452 triliun. Nilai tersebut naik 12,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menunjukkan fundamental bisnis yang semakin kuat.

Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, mengatakan pihaknya akan terus memperkuat fundamental bisnis dan keuangan perusahaan. “BSI terus melakukan optimalisasi aset, penjagaan kualitas pembiayaan, peningkatan fee-based income, penguatan CASA, serta peningkatan produktivitas pegawai melalui pengembangan ekosistem bisnis syariah dan bullion bank sebagai sumber pertumbuhan bisnis,” ujarnya, dalam rilis yang diterima RRI, Rabu 10 Juni 2026.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI mencapai Rp382 triliun atau tumbuh 17,90 persen secara tahunan. Pertumbuhan tersebut didominasi oleh produk tabungan yang mencapai Rp165 triliun atau meningkat 22,02 persen.

Kinerja penghimpunan dana juga didukung meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap produk dan layanan syariah BSI. Salah satunya terlihat dari sekitar 169 ribu jamaah haji atau 83,5 persen jamaah Indonesia yang melakukan pelunasan biaya haji melalui BSI pada tahun ini.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan tumbuh 15,59 persen menjadi Rp332 triliun. Pembiayaan tersebut didominasi sektor konsumer, ritel, UMKM, mikro, dan sektor produktif yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Kualitas pembiayaan juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross sebesar 1,80 persen. Angka tersebut membaik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di level 1,88 persen.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....