Meresahkan Warga, Rumah di Teluk Tiram Diduga Jadi Sarang Kenakalan Remaja
- 09 Jun 2026 20:05 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Aksi meresahkan sekelompok pemuda di Banjarmasin kembali menjadi sorotan masyarakat. Sebuah hunian di kawasan Jalan Antasan Raden RT 20, Gang Gusti, Teluk Tiram, Banjarmasin Barat diduga menjadi titik berkumpulnya kelompok anak-anak hingga remaja.
Saat dikonfirmasi, Binmas Satpol PP Kota Banjarmasin, Abdu Salam, mengungkapkan pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke lokasi tersebut. Pada pemeriksaan Kamis, 4 Juni 2026 lalu, petugas mendapati beberapa anak Sekolah Dasar (SD) yang masih mengenakan pakaian sekolah berada di sana.
"Kemarin kami menindaklanjuti laporan di sana. Kemudian kami temukan empat orang anak SD perempuan di dalamnya," katanya Selasa, 9 Juni 2026.
Selama ini pihak RT dan warga setempat sudah sering memberikan teguran langsung kepada kelompok pemuda tersebut. Namun, peringatan dari lingkungan sekitar tidak pernah dihiraukan, sehingga aktivitas menyimpang terus berlanjut.
Merespons situasi itu, Salam menyebut pihaknya akan kembali mengambil tindakan tegas dengan menggandeng jajaran aparat terkait. Langkah ini diambil guna memastikan area pemukiman warga dapat bersih dari gangguan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Kami sudah koordinasikan dengan RT, Bhabinkamtibmas untuk dilakukan pemantauan kembali. Dalam waktu dekat ini semoga kita bisa kembali turun ke sana," katanya tegas.
Sementara itu, berdasarkan pantauan langsung di lapangan, sekelompok remaja usia belasan tahun terlihat berada di dalam bangunan tersebut. Di bagian teras hingga kolong dasar rumah juga tampak berserakan berbagai jenis sampah sisa lem dan minuman keras.
"Biasanya pakai lem kalo lagi kumpul. Kalau yang ganal (lebih tua) biasanya minum gaduk (miras oplosan)," ujar Y, remaja berusia 15 tahun yang berada di rumah tersebut.
Diketahui tempat tinggal tersebut merupakan milik ayah dari Y yang merupakan ahli waris atas hunian tersebut. Namun, sang ayah bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) sehingga rumah itu kerap ditinggalkan tanpa adanya pengawasan orang dewasa.
Berdasarkan penuturan Y, bangunan itu memang kerap diisi oleh teman-temannya untuk berkumpul. Beberapa pemuda yang usianya lebih tua, bahkan sempat membawa perempuan ke dalam area tersebut sebelum akhirnya ditindak tegas.
"Anak-anak yang ganal sudah diusir RT. Tidak boleh lagi main di sini," ucap Y.
Di sisi lain, berdasarkan pendataan Satpol PP Banjarmasin, kasus kenakalan remaja dalam beberapa pekan terakhir memang terindikasi mengalami kenaikan. Lonjakan aktivitas menyimpang ini diduga kuat dipicu oleh momentum libur panjang sekolah yang minim pengawasan dari pihak keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....