Viral Warga Patungan Perbaiki Jalan, Wali Kota Tinjau Teluk Mendung. Cek Faktanya:
- 08 Jul 2026 07:02 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Viral aksi warga Gang Teluk Mendung, Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, yang memperbaiki jalan secara swadaya karena merasa tak tersentuh pembangunan Pemerintah Kota Banjarmasin akhirnya mendapat respons. Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR turun langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi jalan yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, terungkap fakta bahwa kawasan Gang Teluk Mendung berada di wilayah yang masuk dalam jalur hijau sesuai dengan tata ruang Kota Banjarmasin. Meski demikian, Yamin menegaskan kondisi tersebut tidak akan membuat pemerintah menutup mata terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia memastikan segera menginstruksikan pihak-pihak terkait untuk menelaah kembali status jalan tersebut beserta kemungkinan penanganannya. "Memang berdasarkan tata ruang, kawasan ini masuk jalur hijau. Tetapi saya sudah meminta dinas terkait untuk mengkaji kembali, termasuk melihat status jalannya,” kata Yamin saat meninjau lokasi.
Menurutnya, jalan di Gang Teluk Mendung memiliki fungsi yang sangat vital karena menjadi akses utama warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani untuk mengangkut hasil pertanian maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, Yamin membuka peluang dilakukannya peningkatan infrastruktur di kawasan tersebut apabila hasil kajian nantinya memungkinkan untuk dikerjakan.
"Kalau memang memungkinkan, tentu akan kita lakukan perbaikan, bahkan pelebaran jalan. Apakah nantinya dicor atau diaspal, itu akan disesuaikan dengan hasil kajian teknis," ucapnya.
Sebelumnya, setelah bertahun-tahun menunggu perhatian Pemerintah Kota Banjarmasin tanpa hasil, warga gang Teluk Mendung memilih bergotong royong memperbaiki jalan lingkungan secara mandiri dengan dana hasil urunan warga. Mereka terpaksa mengecor sebagian ruas jalan yang mengalami kerusakan parah agar tetap bisa dilalui dengan aman.
Panjang ruas jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan mencapai lebih dari 500 meter. Namun, karena keterbatasan dana, warga baru mampu memperbaiki sebagian titik yang dianggap paling membahayakan.
Junaidi, salah seorang warga mengatakan, keputusan memperbaiki jalan secara mandiri bukan tanpa alasan. Menurutnya, kondisi jalan sudah terlalu lama dibiarkan rusak tanpa ada tindak lanjut dari pemerintah.
"Kami terpaksa patungan memperbaiki jalan ini karena sudah tidak bisa menunggu lagi. Dana berasal dari urunan warga, karena kalau menunggu pemerintah sampai sekarang belum ada realisasinya," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....