BMKG Ingatkan Potensi Kemarau Kering dan Karhutla di Kalsel
- 09 Jun 2026 19:59 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- BMKG mengingatkan masyarakat tidak terlena dengan hujan lokal yang masih terjadi.
- Musim kemarau 2026 diprakirakan lebih kering dan lebih panjang akibat El Nino.
- Dampak kemarau diperkirakan mulai terasa pada Juli hingga September 2026.
- Pemerintah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk menjaga kelembapan lahan.
- Masyarakat diimbau menghemat air dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Masyarakat Kalimantan Selatan diminta tidak terlena dengan hujan lokal yang masih terjadi dalam beberapa hari terakhir. Peringatan tersebut disampaikan Staf Analisa dan Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, Adhitya Prakoso, M.Met., dalam Dialog Kentongan di RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Adhitya, musim kemarau tahun 2026 diprakirakan berpotensi lebih kering dan berlangsung lebih panjang akibat pengaruh fenomena El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat. Dampaknya diperkirakan mulai terasa lebih nyata pada periode Juli hingga September mendatang.
“Hujan lokal yang terjadi sekarang jangan membuat kita lengah. Prediksi El Nino tetap berlaku dan berpotensi menyebabkan kondisi udara lebih kering dalam beberapa bulan ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan terdapat dua ancaman utama yang perlu diantisipasi masyarakat selama musim kemarau, yakni berkurangnya ketersediaan air bersih dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat.
“Debit sungai yang menurun bisa memicu intrusi air asin dan mengganggu pasokan air bersih. Selain itu, lahan yang mengering akan lebih mudah terbakar dan berpotensi menimbulkan kabut asap,” kata Adhitya.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pemerintah bersama BMKG dan sejumlah instansi terkait telah menyiapkan langkah mitigasi, salah satunya melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kelembapan lahan, terutama di kawasan gambut yang rentan terbakar saat musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat mulai menghemat penggunaan air, menjaga kesehatan saat cuaca panas, dan tidak membakar sampah maupun lahan. Pencegahan sejak dini menjadi kunci menghadapi kemarau tahun ini,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....