Dorong Keterlibatan Generasi Muda, Bawaslu Tapin Gelar Diskusi

  • 06 Jun 2026 17:38 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Tapin - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tapin saat ini terus berupaya meningkatkan partisipasi generasi muda dalam mengawal demokrasi. Perlu adanya langkah konkrit dalam menghadapi Pemilu 2029, yang diproyeksikan akan menjadi panggung demokrasi bagi generasi muda Indonesia.

Dengan jumlah pemilih muda yang mencapai lebih dari 106 juta orang, generasi muda bukan lagi sekadar pelengkap dalam proses demokras. Melainkan aktor utama yang akan menentukan arah masa depan bangsa.

Untuk itu, Bawaslu Kabupaten Tapin mengadakan diskusi Luring/Tatap muka Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P). Hal ini bertujuan untuk membangun ekosistem pemilu yang lebih jujur, adil, dan berkualitas menuju Pemilu 2029.

Giat berpusat di Kantor Bawaslu Kabupaten Tapin yang pada hari Sabtu, 6 April 2026. Turut hadir dan bertindak sebagai narasumber, Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Thessa Aji Budiono; Ketua Bawaslu Kabupaten Tapin, Abid Fikasi Gulo yang didampingi oleh anggota A. Fadzur Rahman dan Santoso.

Peserta P2P Tapin tampak aktif bertanya, menyampaikan pandangan, berbagi pengalaman hingga berdiskusi langsung dengan narasumber tentang demokrasi, kepemiluan, dan pengawasan partisipatif.

Anggota Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, Thessa Aji Budiono yang bertindak sebagai narasumber pada kegiatan ini mengungkapkan pemilu bukan hanya tanggung jawab penyelenggara dan pengawas pemilu. "Melainkan tanggung jawab kita Bersama," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu kabupaten Tapin,Abid Fikasi Gulo dalam kesempatan ini berharap, melalui kegiatan ini akan ada kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menjaga proses demokrasi. "Ruang diskusi dipenuhi berbagai ide, perpektif, dan keresahan yang dekat dengan generasi muda," katanya.

Banyak hal yang dibahas dalam forum yang baik ini, antara lain pentingnya menjaga integritas, mengenali potensi pelanggaran, hingga bagaimana anak muda dapat mengambil peran dalam mengawal demokrasi. Hal ini menjadi langkah konkret Bawaslu dalam Meningkatkan kesadaran politik masyarakat, khususnya generasi muda.

Mencetak kader pengawas partisipatif yang kritis dan berintegritas. Mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal proses demokrasi.

Karena, Demokrasi yang baik tidak lahir dari sikap masa bodoh. Demokrasi tumbuh Ketika semakin banyak orang mau peduli, kritis, dan berani ikut mengawasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....