Stok Langka dan Benih Mahal, Harga Beras Banjar di Banjarmasin Melonjak
- 03 Jun 2026 07:13 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Harga beras banjar di pasaran Banjarmasin saat ini tengah mengalami lonjakan yang signifikan. Kelangkaan stok hingga mahalnya benih padi menjadi pemicu utama di balik kenaikan harga tersebut.
Berdasarkan pantauan di lapangan, di Pasar Sentra Antasari kenaikan harga beras banjar rata-rata berkisar antara Rp30 ribu hingga Rp50 ribu per karung. Salah seorang pegawai toko bahan pokok, Alfian, menyebut lonjakan harga ini didominasi oleh beras banjar jenis usang.
Sejumlah jenis beras banjar yang mengalami kenaikan harga di antaranya adalah Siam Arjuna, Unus Madu, dan Mayang. Di tingkat eceran, ketiga jenis beras tersebut paling murah dibanderol dengan harga Rp15 ribu hingga Rp19 ribu per liter.
"Kenaikan ini dari sebelum Iduladha kemarin. Karena beras usang ini kan stok lama, jadi sisa stoknya sekarang berkurang," ujar Alfian, Selasa, 2 Juni 2026.
Sementara untuk jenis beras hanyar atau baru, Alfian menyebut sebaran harga pasaran masih dalam kondisi stabil. Jenis beras Unus Madu, Siam Madu, dan Si Hirang saat ini harganya masih berkisar Rp11 ribu hingga Rp12 ribu per liter.
"Jadi kenaikan ini memang karena stok beras usang yang sudah mulai jarang. Ditambah, harga benih juga lagi naik," kata Alfian menambahkan.
Kekosongan stok di tingkat pengepul dan tingginya harga benih di tingkat petani menjadi akar kenaikan harga ini. Hal tersebut diakui oleh Ketua Kelompok Tani Sekeluarga di Kawasan Sungai Lulut Dalam, Ahmatsyah.
Sebelumnya, harga benih Siam Unus yang menjadi andalan petani setempat hanya dibanderol sekitar Rp120 ribu per belek atau setara takaran 6 kilogram. Namun saat ini, harga benih tersebut melonjak hingga mencapai Rp150 ribu per belek.
Ahmatsyah mengungkapkan, kekosongan stok benih terjadi karena banyak petani langsung menjual padi pada masa awal panen. Hal ini terjadi karena banyak dari mereka yang tidak memiliki tempat penyimpanan yang memadai.
"Jadi yang punya stok benih sebagian orang saja. Seharusnya memang kami simpan dari awal," katanya.
Menurutnya, selain modal produksi, kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada harga beras di pasaran nantinya. Hal ini mengingat harga beras Siam Unus di pasaran berkisar antara Rp16 ribu hingga Rp17 ribu per liter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....