Tuntut Kejelasan Bangunan Pasca Kebakaran, Pedagang Bawang Datangi Balai Kota
- 25 Mei 2026 15:11 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Sejumlah pedagang yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Bawang Banjarmasin mendatangi Balai Kota Banjarmasin, Senin, 25 Mei 2026. Mereka datang untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait nasib pasca kebakaran hebat yang melanda lokasi dagang pada 4 Mei 2026 lalu.
Namun, kedatangan para pedagang itu belum membuahkan hasil, lantaran gagal bertemu dengan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR. Kekecewaan pun disampaikan para pedagang yang mengaku hingga kini belum mendapatkan kepastian soal relokasi maupun izin untuk kembali berjualan di lokasi bekas kebakaran.
Salah seorang perwakilan Asosiasi Pedagang Bawang Merah Banjarmasin, Dedy Supriadi menilai, hingga saat ini belum ada langkah konkret dari Pemko Banjarmasin melalui Perumda Pasar. Menurutnya, tuntutan para pedagang sebenarnya sangat sederhana, yakni meminta izin untuk membangun kembali lapak secara mandiri di lokasi terdampak kebakaran.
“Tuntutan pedagang hanya membangun secara mandiri. Tapi hasil dari pertemuan masih belum ada, bahkan Perumda sudah memasang garis polisi di lokasi tersebut,” katanya.
Dedy menyebut, kondisi tersebut tidak hanya memukul para pedagang, tetapi juga berdampak pada para pekerja yang menggantungkan hidup di pasar bawang. Ia pun meminta Pemko Banjarmasin lebih memikirkan dampak sosial yang muncul akibat belum adanya solusi yang jelas bagi korban kebakaran.
“Tidak hanya pedagang yang terdampak, tetapi juga karyawan yang mencari nafkah di pasar. Setiap pedagang bisa punya 10 sampai 15 karyawan yang sekarang tidak bisa bekerja,” ujarnya.
Karena itu, para pedagang memilih mendatangi Balai Kota dengan harapan bisa bertemu langsung dengan wali kota untuk mendapatkan penjelasan lebih konkret terkait masa depan lapak mereka. Dedy bahkan mengingatkan, apabila tidak ada tindak lanjut maupun itikad baik dari pemerintah, para pedagang siap melakukan aksi terbuka.
“Kami hanya meminta pemberian izin untuk membangun kembali secara pribadi. Tapi kalau tidak ada itikad juga, kami akan melakukan tindakan yang sifatnya menyatakan pendapat,” ucapnya.
Ia juga mengaku, sebenarnya Perumda Pasar telah menawarkan sejumlah solusi, namun belum menjawab keinginan utama para pedagang. “Aspirasi pedagang ini satu saja, mau membangun tempat dagangan secara mandiri di situ. Dan kalau nanti pemerintah ingin menggunakan lagi tanah itu, silakan saja, dengan sukarela kami menyerahkan,” ujarnya.
Sementara itu, pedagang lainnya, Safruddin mengatakan sebagian pedagang untuk sementara memindahkan aktivitas jual beli ke kawasan Pasar Harum Manis II. Ia juga menyoroti nasib para buruh kupas bawang yang kini kehilangan mata pencaharian karena banyak pedagang belum memiliki tempat berjualan.
“Jadi kasihan juga para buruh itu. Perumda juga memberikan kami solusi untuk pembangunan pasar itu, tapi pertanyaannya kapan diselenggarakan?” ucapnya.
Safruddin menegaskan, para pedagang hanya ingin mendapatkan kepastian langsung dari pemerintah kota. “Apa salahnya para pedagang korban kebakaran ini berbicara langsung dengan wali kota untuk meminta kejelasan. Kalau terkait dari Perumda yang disampaikan oleh perwakilan, kita masih ragu kapan penyelenggaraan pembangunan itu,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....