Fondasi Awal Pendidikan Murni Bermula dari Rumah

  • 24 Mei 2026 07:34 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pendidikan informal di lingkungan keluarga menjadi landasan utama bagi pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Hal tersebut disampaikan Ustaz Prof. Dr. H. Abdul Basir, M.Ag. dalam siaran Kuliah Subuh Pro 1 RRI Banjarmasin pada Jumat 22 Mei 2026.

"Bangsa yang terdidik pasti akan maju, dan fondasi awal pendidikan itu murni berawal dari rumah," uajrnya. "Rumah tangga merupakan lembaga pendidikan informal yang paling fundamental bagi setiap fase pertumbuhan anak".

Ustaz Basir mengatakan, orang tua mutlak dituntut untuk berperan aktif sebagai pendidik pertama dan utama sebelum buah hati mereka memasuki usia sekolah formal. Dalam kacamata ajaran Islam, kelalaian atas tanggung jawab ini tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada manusia, tetapi juga langsung di hadapan Allah SWT.

Secara spesifik Ustaz Abdul Basir mengutip firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat 6 sebagai landasan kewajiban mulia ini. Ayat tersebut secara tegas memerintahkan umat beriman untuk memelihara diri dan anggota keluarga dari dahsyatnya siksa api neraka.

"Pendidikan informal harus diterapkan sejak seorang anak lahir melalui metode pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, dan pengawasan yang konsisten," kata ustaz Basir.

Menurutnya, orang tua di rumah tidak boleh bersikap abai terhadap proses perkembangan iman maupun kemerosotan akhlak putra-putri mereka. Kesuksesan pembentukan generasi saleh dan bertakwa sangat bergantung pada sejauh mana keluarga tersebut memberikan curahan kasih sayang serta bimbingan.

Ada peran krusial yang wajib dijalankan oleh orang tua dalam mendidik anak di era yang serba modern ini. Mereka harus menjadi teladan nyata yang mampu mencontohkan perilaku jujur dan ketaatan ibadah sehari-hari," ucapnya.

Selain itu, orang tua berfungsi secara penuh sebagai pembimbing yang baik, motivator penyemangat, sekaligus pengawas pergaulan anak di luar rumah. Ia menilai, tantangan zaman membuat pengawasan terhadap penggunaan teknologi dan media sosial menjadi instrumen krusial bagi penyelamatan moral anak.

Ketidakhadiran sosok dari orang tua dapat membuat seorang anak kehilangan arah hidup dan dengan mudah terjerumus ke jalan yang salah. Ustaz Abdul Basir mengingatkan agar orang tua bersikap sangat bijaksana dalam mengakomodasi bakat serta minat dari buah hatinya.

"Melalui proses penanaman akidah yang kuat sejak dini, anak-anak diharapkan tangguh dan siap terjun menjadi anggota masyarakat yang baik. Kesimpulannya, sinergi dan peran proaktif kedua orang tua menjadi kunci utama di balik kesuksesan seorang anak di dunia maupun akhirat," ujarnya, mengingatkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....