Harga Pupuk Nonsubsidi Naik, DKP3 Banjarmasin Jamin Pupuk Subsidi Aman

  • 22 Mei 2026 20:47 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Melonjaknya harga pupuk nonsubsidi dipastikan tidak memengaruhi ketersediaan pupuk bersubsidi di Kota Banjarmasin. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin menjamin harga pupuk subsidi bagi petani lokal masih dalam kondisi stabil.

Berdasarkan pantauan di lapangan, harga pupuk subsidi jenis NPK Phonska dan Urea tahun ini berkisar antara Rp105 ribu hingga Rp110 ribu per karung. Kepala DKP3 Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, menjelaskan bahwa pasokan tersebut terus disalurkan secara rutin bagi kelompok tani yang telah terdata resmi.

"Pupuk subsidi memang selalu kita sediakan untuk kelompok tani yang sudah terverifikasi. Jadi masih aman kondisinya," ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan metode tanam sebagian besar petani lokal saat ini masih banyak yang memanfaatkan pupuk alami atau hanya sekali melakukan pemupukan dalam satu musim. Karakteristik khas ini membuat serapan stok pupuk subsidi menjadi sangat efisien dan selalu mencukupi.

"Bahkan setiap tahun stok pupuk subsidi kita masih ada tersisa. Jadi sisa kuota itu sering kita kembalikan ke provinsi untuk dibagikan ke kabupaten dan kota lain," katanya menambahkan.

Guna memperluas jangkauan manfaat, Yuliansyah mengimbau para petani yang belum terdaftar untuk segera mendaftarkan kelompok taninya. Hal ini agar seluruh pemilik lahan sawah bisa mendapatkan hak pupuk subsidi yang sama.

Sementara itu, stabilnya harga pupuk subsidi turut dibenarkan oleh Suriadi, salah seorang petani di kawasan Sungai Lulut Dalam, Kecamatan Banjarmasin Timur. Ia mengungkapkan gejolak harga pupuk nonsubsidi tidak terlalu berpengaruh banyak terhadap aktivitas pertaniannya.

"Pembagian pupuk subsidi dari pemerintah lancar saja setiap tahun. Biasanya bulan April pupuk itu sudah masuk ke kelompok tani," ucap Suriadi.

Ia mengungkapkan harga tebus pupuk subsidi pada tahun ini bahkan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Sebelumnya, satu karung pupuk bersubsidi di tingkat petani harus ditebus dengan harga berkisar Rp120 ribu.

"Sekarang harganya jauh lebih murah dari tahun lalu. Jadi kami terbantu, lebih ringan modal juga," katanya.

Sebelumnya, Pemerintah Pusat sendiri telah mengambil langkah strategis dengan menurunkan harga eceran tertinggi pupuk subsidi hingga 20 persen. Kebijakan nasional ini sengaja diambil guna menjaga stabilitas produksi pangan nasional di tengah gejolak harga pupuk dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....