Tahalli dan Tajalli, Proses Penyempurnaan Akhlak dalam Tasawuf

  • 21 Mei 2026 09:52 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Tahalli mengajarkan manusia untuk menghiasi diri dengan sifat sabar, ikhlas, syukur, dan tawakal
  • Akhlak mulia dinilai tidak terbentuk secara instan, tetapi melalui latihan dan pembiasaan diri
  • Tajalli menjadi puncak penyucian jiwa ketika hati merasakan ketenangan dan kedekatan dengan Allah SWT

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Akhlak mulia disebut sebagai kunci terciptanya kehidupan yang damai dan penuh ketenteraman. Hal ini disampaikan Akademisi UIN Antasari, Dr. H. Hasni Noor, M.Ag, dalam dialog Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Kamis 21 Mei 2026.

Ia menjelaskan, setelah seseorang membersihkan diri dari sifat buruk, tahap berikutnya adalah tahalli, yakni menghiasi diri dengan sifat-sifat terpuji. Proses tersebut dilakukan dengan membiasakan amal saleh serta meneladani akhlak Rasulullah saw.

“Tahalli adalah proses menghias hati dengan sifat-sifat yang dicintai Allah,” ujarnya. “Akhlak yang baik harus dibangun melalui latihan dan pembiasaan.”

Dosen PGMI UIN Antasari tersebut menegaskan bahwa sifat sabar, ikhlas, syukur, dan tawakal perlu terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting agar manusia tidak mudah goyah menghadapi berbagai persoalan hidup.

“Akhlak mulia tidak lahir secara instan, tetapi melalui perjuangan melawan hawa nafsu,” kata Dr. H. Hasni Noor. “Semakin seseorang melatih dirinya, semakin kuat pula ketenangan batinnya.”

Ia menambahkan, puncak dari proses tersebut adalah tajalli, yakni keadaan ketika hati merasakan kedekatan dengan Allah Swt. Pada tahap itu, ibadah tidak lagi terasa berat, melainkan menjadi kebutuhan jiwa.

“Tajalli membuat hati semakin tenang dan mudah menerima ketetapan Allah,” ucap Dr. H. Hasni Noor. “Inilah tujuan akhir dari pendidikan akhlak dalam tasawuf Imam Al-Ghazali.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....