Posyandu di Banjarmasin Disulap Jadi ‘Pusat Layanan Rakyat’
- 18 Mei 2026 14:08 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 di Kota Banjarmasin, Wali Kota, H. M. Yamin HR, meluncurkan transformasi besar Posyandu menjadi pusat layanan masyarakat berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Kegiatan yang digelar di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjarmasin, Senin,18 Mei 2026, itu menjadi momentum perubahan wajah Posyandu di Kota Seribu Sungai.
Tak lagi hanya identik dengan penimbangan balita, Posyandu kini diperluas menjadi ujung tombak pelayanan dasar warga. Mengusung tema “Transformasi Posyandu, 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM), Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat”, kegiatan tersebut dihadiri pengurus TP PKK, kader Posyandu se-Kota Banjarmasin, hingga para pemangku kebijakan daerah.
Dalam skema baru ini, Posyandu bergerak berbasis siklus hidup masyarakat dengan cakupan enam bidang utama. Yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta perlindungan sosial masyarakat.
Sebanyak 52 Posyandu di seluruh kelurahan disebut telah sukses melaksanakan Gerakan Serentak Pelayanan Posyandu 2026 yang puncaknya berlangsung pada 29 April lalu. Pemerintah Kota Banjarmasin menargetkan seluruh Posyandu nantinya menerapkan sistem 6 SPM secara bertahap.
“Posyandu adalah garda terdepan pelayanan kita. Melalui transformasi 6 Standar SPM ini, kita mendekatkan pelayanan dasar yang merata dan berkualitas langsung di tengah lingkungan masyarakat demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” kata Yamin dalam sambutannya.
Tak hanya bicara soal pelayanan kesehatan, Yamin juga menyisipkan pesan keras terkait persoalan lingkungan dan sampah di Banjarmasin. Ia meminta seluruh ASN hingga kader Posyandu menjadi motor penggerak perubahan pola hidup bersih di tengah masyarakat.
Bahkan, Wali Kota secara tegas mewajibkan ASN melakukan pengolahan dan pengomposan sampah organik dari rumah masing-masing. Langkah itu disebut menjadi bagian dari upaya besar Pemko Banjarmasin dalam mengatasi darurat sampah.
“Pemko juga tengah menyiapkan pengaktifan kembali TPA Basirih sebagai pusat pengolahan sampah residu. Sekaligus membidik proyek percontohan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa),” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemko Banjarmasin turut menyerahkan bantuan simbolis dari SKPD pengampu 6 SPM. Selain itupenghargaan bagi kader Posyandu berprestasi yang telah lama mengabdi sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menegaskan transformasi Posyandu membutuhkan dukungan penuh lintas sektor agar pelayanan masyarakat semakin cepat dan tepat sasaran. Transformasi ini adalah langkah nyata agar pelayanan kepada warga lebih cepat, tepat, dan responsif.
“Transformasi ini adalah langkah nyata agar pelayanan kepada warga lebih cepat, tepat, dan responsif. Mohon dukungan penuh dari semua sektor untuk menyukseskan Posyandu 6 SPM ini,” ucap Neli Listriani.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....