Tabungan Haji BSI Tumbuh Tertinggi di Industri Perbankan Nasional

  • 16 Mei 2026 22:42 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – PT Bank Syariah Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan tabungan tertinggi di industri perbankan nasional pada Triwulan I 2026. Kinerja tersebut didorong tingginya antusias masyarakat terhadap tabungan haji yang membuat jumlah nasabah mencapai 7,25 juta orang.

Berdasarkan catatan total nasabah Tabungan Haji tersebut, sekitar 1,2 juta berasal dari kalangan generasi muda atau Millenial dan Gen-Z. Pertumbuhan itu sekaligus memperkuat posisi BSI sebagai bank syariah dengan basis nasabah terbesar di Indonesia.

Sejak merger pada 1 Februari 2021, jumlah nasabah PT Bank Syariah Indonesia Tbk terus meningkat signifikan. Hingga Triwulan I 2026, total nasabah BSI mencapai 23,7 juta atau bertambah 9,26 juta sejak merger berlangsung.

Peningkatan jumlah nasabah turut mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI tumbuh 18 persen secara tahunan menjadi Rp376,8 triliun. Pertumbuhan terbesar berasal dari dana murah atau CASA dengan tabungan meningkat 20,18 persen menjadi Rp164,5 triliun.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, dalam paparan kinerja Perseroan Triwulan I 2026, mengatakan BSI terus fokus mengembangkan Tabungan Haji, Payroll, dan Tabungan Bisnis untuk memperluas basis nasabah. “Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,” ujarnya dalam rilis yang diterima RRI, Jumat 15 Mei 2026.

BSI juga menunjukkan dominasi dalam pendaftaran haji nasional dengan market share meningkat dari 49,5 persen pada 2023 menjadi 53,6 persen pada 2025. Dari total 422,3 ribu pendaftar haji nasional pada 2025, sebanyak 226,4 ribu di antaranya mendaftar melalui BSI.

Kemudahan pembukaan rekening melalui aplikasi BYOND by BSI turut mendukung kenaikan jumlah pendaftar haji setiap tahun. Berbagai program kampanye haji yang dilakukan secara nasional juga dinilai efektif meningkatkan literasi dan inklusi keuangan syariah.

Kinerja positif penghimpunan dana berdampak pada kenaikan total aset BSI menjadi Rp460,1 triliun per Maret 2026. Capaian tersebut mengantarkan BSI masuk jajaran lima besar bank di Indonesia setelah resmi menjadi bank persero pada Januari 2026.

Direktur Finance and Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menyebut dual licence sebagai bank syariah dan bank emas menjadi faktor penguat pertumbuhan perusahaan. “Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain,” katanya.

Sementara itu, Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna menjelaskan, BSI terus berkontribusi aktif mendukung program Astacita Pemerintah melalui berbagai sektor pembiayaan strategis. Dukungan tersebut diwujudkan melalui support program MBG sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG, penyaluran KDMP, serta KUR yang menjangkau lebih dari 80 ribu koperasi dan 17.732 nasabah penerima KUR.

“BSI terus berupaya mendukung penguatan perekonomian nasional melalui berbagai program pembiayaan yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku UMKM,” ucap Anton. Selain itu, BSI juga menyalurkan FLPP kuartal I kepada 894 nasabah dengan total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp5,7 triliun serta berpartisipasi dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) bagi UMKM.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....