El Nino 2026 Diprediksi Picu Cuaca Panas Ekstrem di Kalsel
- 12 Mei 2026 19:35 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gusti Syamsir Alam Kotabaru mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga akhir tahun 2026. Fenomena tersebut diperkirakan memicu cuaca panas ekstrem dan penurunan curah hujan di wilayah Kalimantan Selatan.
Hal tersebut disampaikan PMG Muda BMKG Gusti Syamsir Alam Kotabaru, I Made Agus Satya, S.Tr., dalam program Kentongan RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 12 Mei 2026. Ia mengatakan kondisi El Nino tahun ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungan dan aktivitas masyarakat.
Menurutnya, El Nino 2026 dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta terganggunya pasokan air bersih di sejumlah kabupaten. Wilayah pertanian dan perkebunan dinilai menjadi daerah yang paling rentan terdampak.
“Kami memprediksi beberapa wilayah Kalsel akan mengalami penurunan curah hujan per dasarian dari rata-rata normal sehingga masyarakat perlu menyiapkan langkah mitigasi,” ujar I Made Agus Satya. “Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi resmi BMKG agar dapat mengantisipasi potensi kekeringan dan karhutla.”
Ia menjelaskan sektor pertanian di Kalimantan Selatan perlu melakukan penyesuaian pola tanam untuk menghadapi kondisi cuaca yang lebih kering. Selain itu, pemanfaatan teknologi irigasi hemat air juga dinilai penting untuk menjaga produktivitas pertanian.
BMKG juga mendorong adanya kolaborasi dengan dinas pemadam kebakaran dan instansi terkait untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembentukan posko antisipasi karhutla di wilayah rawan.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah terkait perkembangan cuaca. Warga juga diminta segera melaporkan kepada instansi terkait apabila menemukan kondisi darurat seperti kekeringan parah maupun kebakaran hutan dan lahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....