Seniman Soroti Persoalan Limbah Kota lewat Pertunjukan "Musik Sampah"

  • 09 Mei 2026 21:46 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Suasana meriah mewarnai kawasan Taman Kelayan, Kelurahan Kelayan Barat, Banjarmasin Selatan, pada Sabtu malam, 9 Mei 2026. Ratusan masyarakat yang hadir disuguhkan dengan berbagai pertunjukan seni bertajuk "Musik Sampah".

Kegiatan ini merupakan program yang digelar oleh penerima manfaat dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Tema sampah sengaja diusung sebagai bentuk respons atas persoalan penanganan sampah di Kota Banjarmasin.

"Saat pertama kali kami tiba di Banjarmasin pada 2025 lalu, bertepatan dengan penutupan TPA Basirih. Hal inilah yang mendorong kami mengusung tema sampah," ujar Muh. Arqam, Penerima Dana Indonesiana, dalam sambutannya.

Ia pun berencana menjadikan wilayah Kelurahan Kelayan Barat sebagai wadah pengembangan program selanjutnya. Reaktivasi kawasan ini diharapkan dapat berdampak positif bagi ekonomi dan kreativitas masyarakat sekitar.

"Bisa jadi Kelayan Barat nanti menjadi desa budaya percontohan. Ini kado kecil kami untuk ulang tahun Kota Banjarmasin yang ke-500," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin, H.M. Yamin HR, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya gelaran ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi yang baik untuk menanamkan budaya peduli lingkungan kepada warga.

"Semoga ini benar-benar bisa menjadi pilot project di Kota Banjarmasin, sekaligus menjadi salah satu upaya kita dalam penanganan masalah sampah," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Yamin juga menyampaikan bahwa pihaknya masih berupaya memenuhi satu poin tersisa dari total 22 poin sanksi terhadap TPA Basirih. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya.

"Jadi, ingat tetap harus pilah sampah dari rumah. Ini semua untuk kemajuan Kota Banjarmasin kita tercinta," ucapnya menambahkan.

Gelaran yang berlangsung sejak 8 hingga 10 Mei 2026 ini sendiri menampilkan berbagai instalasi musik, eksplorasi bunyi, hingga pertunjukan seni yang melibatkan anak-anak serta komunitas lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat rutin digelar sebagai sarana hiburan sekaligus edukasi lingkungan bagi masyarakat

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....