Tradisi Magrib Mengaji Perkuat Kedekatan Keluarga
- 08 Mei 2026 16:20 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tradisi magrib mengaji di masyarakat Banjar dinilai memiliki peran besar dalam memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak, terutama di tengah tantangan era digital saat ini. Hal tersebut dibahas bersama Sofia Mawaddah Al Insyirah, M.Ag., dan Aulia Najira Putri dalam acara Pandiran Baisukan RRI Pro 4 Banjarmasin, Jumat, 1 Mei 2026.
Aulia Najira Putri menuturkan, rutinitas mengaji bersama keluarga setelah magrib dapat menjadi sarana komunikasi sekaligus mempererat kedekatan emosional dalam keluarga. Menurutnya, kebiasaan tersebut mulai jarang ditemukan di tengah perubahan pola hidup masyarakat modern.
“Tradisi ini sebenarnya bukan hanya aktivitas religius,” ujarnya. “Tetapi juga ruang interaksi keluarga yang sangat sehat secara psikologis.”
Ia menjelaskan, anak-anak yang tumbuh dengan perhatian dan interaksi positif dari orang tua cenderung memiliki rasa aman, percaya diri, serta kemampuan mengendalikan emosi yang lebih baik. Tradisi magrib mengaji dinilai mampu mendukung pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Sementara itu, Sofia Mawaddah Al Insyirah mengatakan masyarakat Banjar sejak dahulu memiliki budaya religius yang kuat. Tradisi magrib mengaji menjadi salah satu bentuk pendidikan keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga.
Menurut Sofia, menghidupkan kembali tradisi magrib mengaji dapat menjadi salah satu langkah membangun generasi muda yang berakhlak dan memiliki pegangan nilai di tengah perkembangan zaman. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjadikan tradisi tersebut tetap relevan dalam kehidupan keluarga modern.
Masyarakat diharapkan tidak hanya mengenang magrib mengaji sebagai nostalgia masa lalu. Tradisi tersebut dinilai masih penting diterapkan sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan keharmonisan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....