Kurban sebagai Wujud Cinta Tertinggi kepada Allah

  • 06 Mei 2026 12:28 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Ibadah kurban yang dilaksanakan umat Islam setiap Hari Raya Iduladha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan. Ibadah ini juga merupakan manifestasi cinta tertinggi seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Ustazah Mahmudah, M.Pd.I., dalam siaran Kuliah Subuh di RRI Pro1 Banjarmasin, Selasa, 4 Mei 2026, menegaskan bahwa esensi kurban adalah pembuktian cinta kepada Allah. Cinta tersebut harus melebihi harta, keluarga, dan kepentingan duniawi lainnya.

“Jika cinta kepada Allah itu benar, maka Allah akan meminta buktinya melalui kurban,” ujar Ustazah Mahmudah. “Kurban menjadi bahasa cinta tertinggi seorang hamba kepada Tuhannya.”

Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjadi teladan tertinggi dalam ketaatan kepada Allah Swt. Dalam peristiwa tersebut, rasa memiliki harus dikalahkan oleh rasa pengabdian sepenuhnya kepada Allah.

Ia menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat 37, Allah tidak menerima daging maupun darah hewan kurban. Yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan dan keikhlasan dari hati orang yang berkurban.

Keikhlasan menjadi fondasi utama agar ibadah kurban tidak tercampur oleh riya atau kesombongan. Tanpa keikhlasan, ibadah hanya menjadi formalitas tanpa nilai spiritual.

Ustazah Mahmudah mengajak umat untuk merefleksikan kembali kesiapan diri dalam mengorbankan waktu, harta, dan hawa nafsu. Hal tersebut menjadi bagian dari penguatan makna ibadah kurban dalam kehidupan sehari-hari.

“Tanpa pemahaman mendalam, Idul Adha dikhawatirkan hanya menjadi perayaan tahunan tanpa transformasi spiritual yang nyata. Ibadah ini harus mampu menghadirkan perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....