Geopolitik dan Rupiah Melemah Tekan Sektor Farmasi Pasar Modal
- 30 Apr 2026 09:24 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Geopolitik global kembali memberikan tekanan terhadap sejumlah sektor di pasar modal, termasuk sektor kesehatan atau farmasi. Kondisi ini turut memengaruhi kinerja emiten farmasi di tengah dinamika ekonomi global yang tidak stabil. Rabu, 29 April 2026.
Gallery Manager Korea Investment and Sekuritas Indonesia, Rahmawati Kintan Sari, menyampaikan bahwa gangguan geopolitik berdampak pada terganggunya rantai pasok. Hal tersebut salah satunya dipicu oleh penutupan Selat Hormuz yang mempengaruhi distribusi global.
“Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi faktor yang memberikan tekanan tambahan. Kondisi ini berdampak langsung pada struktur biaya emiten farmasi yang banyak bergantung pada bahan baku impor,” ujarnya
Rahmawati menjelaskan, sebagaian besar bahan baku industri farmasi masih berasal dari kuar negeri, terutama Tiongkok dan Amerika Serikat. Kenaikan biaya impor akibat pelemahan rupuah berpotensi menekan margin keutungan perusahaan.
“Kondisi ini juga tercermin dari pergerakan harga saham sektor farmasi yang mengalami penurunan signifikan. Saat ini, indeks sektor kesehatan tercatat mengalami pelemahan dari kisaran 2.100 ke level 1.700-an,” ucapnya
Dalam kondisi ini, investor yang telah memiliki saham di sektor farmasi diimbau untuk bersikap tidak terburu buru. Langkah ini dinilai tepat sambul menunggu perkembangan geopolitik dan stabilitas ekonomi global
Sementara itu, bagi investor yang belum memiliki saham di sektor tersebut, disarankan untuk mencermati peluang yang ada. Dengan harga uang saat ini relatif rendah, sektor farmasi dinilai masih memiliki potensi pemulihan saat kondisi ekonomi dan nilai tukar stabil.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....