Jatuh saat Melaut, Nelayan KM Putra Hilang di Perairan Muara Kintap

  • 30 Apr 2026 00:39 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Seorang nelayan dilaporkan hilang setelah terjatuh dari kapal di perairan Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Rabu, 29 April 2026. Korban diketahui bernama Amat berusia 19 tahun, warga Muara Asam-asam, yang saat itu tengah melaut bersama rekan-rekannya menggunakan kapal nelayan KM Putra.

Berdasarkan laporan yang diterima TNI AL, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 05.30 Wita. Korban diduga kehilangan keseimbangan saat hendak buang air di buritan kapal hingga terjatuh ke laut.

Rekan-rekan korban yang berada di lokasi sempat berupaya melakukan penyelamatan. Namun, tubuh pemuda tersebut dengan cepat hilang dari pandangan dan tidak berhasil ditemukan.

Laporan kejadian baru masuk ke Basarnas pada pukul 13.30 Wita. Merespons hal tersebut, tim rescue dari Pos SAR Kotabaru langsung diberangkatkan menggunakan armada Rigid Inflatable Boat (RIB) pukul 13.50 Wita.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, membenarkan dimulainya operasi pencarian tersebut. Ia menegaskan tim dikerahkan untuk melakukan penyisiran intensif di titik koordinat kejadian.

"Fokus utama pada hari pertama ini adalah melakukan penyisiran di permukaan air sekitar lokasi. Saat ini status korban masih dalam pencarian," ujarnya dalam keterangan resmi.

Operasi gabungan ini melibatkan Lanal Muara Kintap, Polairud Tanah Laut, Polsek Kintap, hingga masyarakat nelayan. Selain peralatan selam, tim juga menggunakan Aqua Eye untuk mendeteksi objek bawah air.

I Putu Sudayana menjelaskan, keterbatasan jaringan seluler di lokasi menjadi kendala utama koordinasi. Untuk mengatasinya, tim membawa perangkat satelit guna memastikan komunikasi dengan pusat komando tetap lancar.

"Kondisi cuaca memang cerah, tapi jaringan seluler terbatas. Oleh karena itu, kami sertakan Starlink agar koordinasi tetap lancar tanpa hambatan," ucapnya.

Di sisi lain, ia kembali mengimbau para nelayan untuk selalu mengedepankan prosedur keselamatan selama beraktivitas di laut. Penggunaan life jacket menjadi hal wajib, terutama saat berada di area berisiko di tepi kapal.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih terus menyisir perairan Muara Kintap. Basarnas berkomitmen melakukan upaya maksimal dan akan terus memperbarui perkembangan operasi di lapangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....