Perkuat Mitigasi, Sembilan Desa di Balangan Kini Jadi Destana

  • 24 Apr 2026 13:49 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Balangan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan menggelar pembinaan relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Ruang Terbuka Hijau, Kamis pagi, 23 April 2026. Kegiatan ini diikuti delegasi dari Desa Paran, Lamida Bawah, Kalahiang, dan Sungai Ketapi di Kecamatan Paringin.

Kecamatan Paringin Selatan juga melibatkan perwakilan Desa Inan, Maradap, Bungin, Murung Jambu, serta Baruh Bahinu Luar. Materi utama yang diberikan mencakup kebijakan teknis hingga strategi penggunaan anggaran desa untuk mendukung program mitigasi bencana.

"Kami mendorong agar Pemdes mengalokasikan Dana Desa untuk kegiatan Pengurangan Risiko Bencana. Dana tersebut boleh untuk pembentukan Forum PRB, pelatihan relawan, rambu evakuasi, hingga logistik," ujar Rio dari DP3APPKBPMD Balangan.

Ia juga memyampaikan bahwa program kebencanaan harus masuk dalam dokumen perencanaan RPJMDes dan RKPDes. Hal ini bertujuan agar penguatan kapasitas relawan memiliki payung hukum dan dukungan pendanaan yang jelas.

"Jadi Destana bukan program tempelan. Tapi masuk perencanaan prioritas desa," ucap Rio menambahkan.

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, menyebut pembentukan Destana merupakan mandat bagi kawasan berisiko tinggi. Hal ini tertuang dalam Peraturan Kepala BNPB No. 1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana.

"Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kapasitas relawan agar dapat bekerja dengan terkoordinasi. Serta meningkatkan kinerja,m dan daya kegiatan relawan agar efektif dan efisien," katanya.

Sembilan desa tersebut kini resmi ditetapkan sebagai Desa Tangguh Bencana Kabupaten Balangan tahun 2026. Setiap desa diwajibkan menyusun rencana anggaran untuk pemenuhan sarana prasarana sesuai potensi ancaman di wilayah masing-masing.

"Sembilan desa tersebut juga dapat membuat perencanaan anggaran kebencanaan. Termasuk merencanakan kebutuhan sarana prasarana serta logistik pada saat tanggap bencana," ujar Jumaidil.

Kegiatan ini ditutup dengan simulasi evakuasi korban yang diikuti antusias oleh seluruh peserta di area Ruang Terbuka Hijau. Para relawan menyatakan kesiapannya untuk menularkan ilmu penyelamatan tersebut kepada warga di desa masing-masing

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....