Harga Plastik Melejit, Wali Kota Siapkan ‘Senjata’ Larangan Kresek Sekali Pakai!

  • 25 Apr 2026 07:09 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kenaikan harga kantong plastik yang kian tak terkendali di pasaran ternyata bukan sekadar persoalan ekonomi bagi Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR. Ia justru melihat situasi ini sebagai momentum penting untuk mengubah kebiasaan masyarakat yang selama ini bergantung pada plastik sekali pakai.

Di tengah sorotan publik, Yamin menegaskan bahwa sudah saatnya warga beralih ke alternatif yang lebih ramah lingkungan, seperti bakul purun atau tas belanja daur ulang. Pemerintah Kota Banjarmasin juga tengah menyiapkan langkah konkret, berupa Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai kini.

“Kita memiliki Perwali terkait larangan penggunaan kantong plastik. Tentunya, kita sangat berharap pedagang tidak lagi menyediakan kantongan plastik sekali pakai, pembeli pun membawa kantong ramah lingkungan sendiri, seperti bakul,” kata Yamin, Jumat, 24 April 2026.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa penggunaan bakul atau tas belanja ramah lingkungan bukan hanya soal gaya hidup. Namun juga bisa menjadi solusi ekonomis karena lebih tahan lama dan bisa digunakan berulang kali, khususnya saat berbelanja di pasar tradisional.

“Untuk itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk sama-sama mulai beralih menggunakan bakul atau wadah ramah lingkungan. Tujuannya untuk menekan pengurangan penggunaan sampah plastik,” ujar Yamin.

Di sisi lain, kenaikan harga kantong plastik yang mencapai 20 hingga 40 persen di pasaran mulai mengubah perilaku belanja masyarakat di Kota Banjarmasin. Fenomena ini mendorong warga mencari alternatif lain guna menekan biaya pengeluaran harian yang kian membengkak.

Kondisi tersebut terlihat dari mulai maraknya penggunaan bakul purun oleh para ibu rumah tangga saat berbelanja di pasar tradisional. Salah seorang warga, Hamdanah, mengaku sudah membiasakan diri membawa bakul dari rumah setiap hari.

"Saya setiap hari pakai bakul ke pasar karena memang lebih simpel dan kuat. Apalagi sekarang harga plastik makin mahal dan kalau dibuang juga lama hancurnya," ujarnya.

Menurutnya, penggunaan bakul purun jauh lebih efektif untuk membawa barang belanjaan dalam jumlah banyak tanpa takut rusak. Ia pun berharap pemerintah bisa memberikan dukungan nyata untuk memasifkan kembali penggunaan wadah tradisional ini.

"Kalau pemerintah bisa membagikan bakul satu-satu ke warga, tentu lebih baik lagi. Warga jadi lebih semangat mengurangi plastik kalau sudah ada wadahnya," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....