Momen Hari Kartini, Pemko Banjarmasin Ajak Emak-Emak Pilah Sampah

  • 22 Apr 2026 14:10 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin Melalui momentum peringatan Hari Kartini 2026, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, melontarkan peringatan keras soal darurat sampah. Saat menghadiri kegiatan Hari Kartini Berdaya Bumi Terjaga di salah satu hotel berbintang, Rabu, 22 April 2026, Ananda menyoroti kebiasaan lama membuang semua jenis sampah ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

“Masalah lingkungan, khususnya sampah, merupakan isu penting saat ini. Kegiatan ini sangat tepat karena bertepatan dengan Hari Kartini sekaligus Hari Bumi,” kata Ananda.

Acara yang dirangkai dengan workshop pembuatan ketupat oleh karyawati hotel itu juga dihadiri Disbudporapar, Disperdagin, serta Paguyuban Kampung Ketupat Sungai Baru. Namun, pesan yang dibawa Ananda jauh lebih serius, “menyentil” sektor perhotelan dan pelaku usaha horeka agar tak lagi bergantung pada TPS.

“Saya berharap Hotel Fugo bisa mengolah sampah secara mandiri. Ini memang tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi harus mulai dari sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, Pemko Banjarmasin tengah mendorong sistem pengelolaan sampah berbasis kawasan, termasuk menyasar hotel, restoran, dan kafe. Targetnya untuk mengurangi beban TPS yang selama ini didominasi sampah campuran.

“Jangan sampai seluruh sampah dibuang ke TPS, karena TPS itu diperuntukkan bagi rumah tangga. Kami berharap hanya residu saja yang dibuang keluar,” ucap Ananda.

Tak hanya pelaku usaha, ia juga menegaskan peran krusial perempuan, terutama ibu rumah tanggasebagai “garda depan” perubahan pola pikir soal sampah. Ia bahkan mengungkap fakta mencengangkan: mayoritas sampah di Banjarmasin berasal dari sisa makanan.

“Sekitar 60 hingga 70 persen sampah di Banjarmasin adalah sampah organik dari makanan. Jadi, biasakan anak-anak makan secukupnya,” ujarnya.

Ananda menilai, perubahan kecil di rumah tangga bisa berdampak besar bagi kota saat kebersihan kini menjadi faktor penting dalam menarik wisatawan. Di akhir arahannya, ia mengakui perubahan perilaku masyarakat bukan hal mudah. Namun, ia menegaskan pemerintah tak akan berhenti mendorong perubahan tersebut.

“Perubahan mindset masyarakat terkait pengelolaan sampah tidaklah mudah, namun kami akan terus berupaya maksimal. Mari kita mulai dari diri sendiri dan dari rumah,” ucapnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....