Era Digital Picu Generasi Instan dan Minim Ketekunan

  • 20 Apr 2026 22:27 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, BANJARMASIN - Di Era yangerba digital sepertisaat ini, menawarkan berbagai kemudahan akses melalui genggaman tangan. Hal ini dinilai bisa menjadi bumerang jika tidak diiringi dengan kedewasaan mental.

Guru Besar UIN Antasari Banjarmasin, Prof. Dr. Ahmadi Hasan, MH, dalam siaran Kuliah Subuh RRI Pro1 Banjarmasin, senin 20 April 2026, menegaskan bahwa ketergantungan pada kecepatan tanpa proses, bisa menciptakan generasi yang rapuh dan miskin ketekunan.

Menurutnya, fenomena serba praktis saat ini memicu akar kemalasan yang masif di tengah masyarakat. Manusia yang terbiasa dimanjakan oleh kecepatan cenderung kehilangan semangat juang dan tidak kuat menanggung beban tantangan hidup yang sebenarnya.

"Budaya instan ini melahirkan pelajar yang ingin nilai tinggi tanpa belajar, hingga pekerja yang mengharap gaji besar tanpa kompetensi," ujar Prof. Ahmadi.

Ia menekankan bahwa Islam secara tegas melarang jalan pintas yang mengorbankan nilai-nilai kejujuran dan kerja keras. Islam justru mendidik umatnya untuk mengedepankan kesabaran dalam menanam dan kesungguhan dalam menuai hasil.

Prof. Ahmadi juga mengutip hadis Rasulullah SAW mengenai perlindungan dari sifat malas sebagai pintu kehancuran. "Kemalasan disebut sebagai penyakit ruhani berbahaya yang memalingkan manusia dari amal shaleh dan produktivitas nyata".

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya prinsip meritokrasi dalam membangun bangsa, yakni menempatkan seseorang berdasarkan kapasitas dan integritas. Tanpa itu, budaya "orang dalam" atau jalan pintas akan terus menggerus kualitas sumber daya manusia.

Sebagai solusi, Prof. Ahmadi mengajak masyarakat untuk membangun kembali etos kerja yang kuat. Ia menegaskan bahwa tidak ada kesuksesan tanpa usaha, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an Surah An-Najm ayat 39.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....