Reaktif ke Aksi Kolektif! REDBAR Titik Balik Penanganan Kebakaran Banjarmasin
- 11 Apr 2026 11:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Peresmian Sekretariat Relawan Pemadam Kebakaran Banjarmasin Barat (REDBAR), tepat di belakang Kantor Kecamatan, menjadi penegasan arah baru penanganan kebencanaan di Kota Banjarmasin. Yaitu dari pola reaktif menuju kolaborasi aktif berbasis masyarakat.
Kegiatan yang dirangkai dengan halal bihalal Syawal 1447 Hijriah tersebut dihadiri langsung Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR, bersama camat, lurah, unsur TNI/Polri, relawan damkar, hingga tokoh masyarakat. Di hadapan para pemangku kepentingan, Yamin menegaskan bahwa persoalan kota seperti kebakaran dan sampah tidak bisa lagi ditangani secara sektoral.
“Sekretariat ini bukan hanya tempat berkumpul relawan, tetapi pusat gerak bersama. Saya minta lurah, camat, dan seluruh relawan benar-benar aktif menggerakkan masyarakat, karena perlindungan warga dimulai dari lingkungan terkecil,” kata Yamin.
Ia menekankan, kehadiran sekretariat harus diikuti perubahan cara kerja di tingkat bawah. Menurutnya, lurah tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi wajib menjadi motor penggerak kesadaran warga.
“RT, RW, lurah, dan relawan bergerak bersama. Potensi kebakaran bisa dicegah sebelum terjadi,” ujarnya.
Lebih jauh, Yamin mengaitkan langkah ini dengan komitmen besar pemerintah dalam pengelolaan lingkungan, termasuk kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Ia menegaskan, isu keselamatan dan lingkungan harus dibangun dalam satu sistem yang terintegrasi.
“Kerja sama pengolahan sampah menjadi energi yang sudah kita teken bukan sekadar proyek, tapi arah masa depan kota. Tapi keberhasilannya tetap bergantung pada peran lurah dan masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya,” katanya.
Secara struktural, kehadiran sekretariat relawan damkar ini dinilai memperkuat koordinasi yang lebih cepat dan terarah. Dukungan pemerintah serta semangat relawan menjadi modal penting dalam membangun sistem kesiapsiagaan yang solid.
Namun, rendahnya kesadaran masyarakat, pola hidup yang belum disiplin terhadap lingkungan, hingga potensi lemahnya koordinasi antarwilayah menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa diabaikan. Karena itu, pemerintah mendorong langkah konkret yang langsung menyentuh masyarakat.
Lurah diminta aktif membentuk gerakan lingkungan di tingkat RT dan RW, sementara relawan damkar tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga edukasi pencegahan. “Saya ingin semua bergerak. Lurah jangan hanya menunggu, relawan jangan hanya siaga saat kejadian. Edukasi, sosialisasi, dan aksi nyata harus jalan terus di masyarakat,” ucap Yamin, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....