Sulit Dijangkau, Lapak Lantai Atas Pasar Pandu Kian Sepi Pembeli

  • 11 Apr 2026 09:22 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Lapak pedagang di lantai atas pasar Pandu Kota Banjarmasin kini kian sepi pembeli. Kondisi ini diduga dipengaruhi sulitnya akses menuju area jualan, sehingga masyarakat lebih memilih lokasi belanja yang dianggap lebih praktis dan mudah dijangkau.

Sebagian besar pedagang di area lantai atas menjual kebutuhan pokok harian seperti ayam, ikan, telur, hingga sayuran. Namun, letaknya yang berada di bagian atas bangunan membuat pembeli harus menaiki tangga untuk mencapai lapak mereka.

Situasi tersebut dinilai menjadi tantangan tersendiri, khususnya bagi pembeli lanjut usia yang mendominasi aktivitas belanja di pasar Pandu. Akibatnya, tidak sedikit masyarakat yang lebih memilih berbelanja di lokasi lain dengan akses yang lebih mudah.

Sepinya pembeli juga membuat sejumlah pedagang memilih berpindah tempat berjualan ke pasar lain yang dinilai lebih strategis. Sementara itu, salah satu pedagang yang masih bertahan di lantai atas, Leha mengaku harus tetap menghadapi penurunan pendapatan di tengah persaingan yang semakin ketat.

“Kita memiliki pemasok yang sama, tapi kita yang disini tidak berani membawa banyak-banyak, paling 20-25 ekor itu juga untung-untungan habisnya. Sedangkan pedagang di pasar Kaget bisa bawa 50 ekor langsung ludes, karena lebih mudah pembeli menjangkaunya,” kata Leha.

Tak jarang, pembeli dengan usia yang sudah rentan memilih memanggil pedagang dari bawah untuk menyampaikan pesanannya. Kemudian ketika pesanan yang dibeli sudah siap, pedagang juga diminta untuk mengantarkan barang ke bawah.

“Banyak yang pembeli dari bawah itu manggil-manggil, Leha pesan ayam setengah kilo (sambil menirukan pembeli). Terus nanti kita antar juga barangnya ke bawah, kasian orang gak sanggup naik ke atas, tapi ada yang mau beli, jadi tetap dilayani,” ujar Leha.

Hal yang sama juga dikeluhkan pedagang lain, Farida. Ia mengaku sering harus menahan rasa sakit dibagikan lutut saat membawa barang dagangannya ke atas lapak. “Kita kan harus bolak balik naik tangga buat naikkan barang dagangan nih, gak cuma sekali aja. Kadang tu lutut rasanya luar biasa sakitnya,” katanya.

Para pedagang berharap adanya perhatian serta solusi lebih lanjut dari pihak terkait. Sehingga aktivitas jual beli di pasar Pandu dapat kembali ramai dan merata di seluruh area pasar. (Salwa)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....