Inflasi Kalsel Maret 2026 Tembus 4,83 Persen
- 05 Apr 2026 10:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarbaru - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) pada Maret 2026 mencapai 4,83 persen. Kenaikan ini ditandai dengan meningkatnya Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 107,60 pada Maret 2025 menjadi 112,80 pada Maret 2026.
Selain itu, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) tercatat sebesar 0,50 persen. Sementara inflasi tahun kalender (year-to-date/y-to-d) berada di angka 1,57 persen.
"Inflasi terjadi akibat kenaikan harga di sebagian besar kelompok pengeluaran. “Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran,” ujar Kepala BPS Kalsel, Mukhamad Mukhanif, di Banjarbaru, Sabtu 4 April 2026.
Ia merinci, kenaikan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 23,34 persen. Disusul kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 8,69 persen, serta makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,17 persen.
"Beberapa kelompok justru mengalami penurunan indeks, seperti transportasi sebesar 0,28 persen serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,23 persen," ujarnya.
Mukhanif juga mengungkapkan sejumlah komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi secara tahunan. Diantaranya adalah emas perhiasan, tarif listrik, beras, daging ayam ras, ikan nila, hingga rokok jenis sigaret kretek mesin dan tangan.
“Komoditas seperti emas perhiasan, tarif listrik, dan beras menjadi penyumbang utama inflasi y-on-y pada Maret 2026,” katanya.
Untuk inflasi bulanan, kenaikan harga terutama dipicu oleh komoditas seperti ikan nila, telur ayam ras, cabai merah, cabai rawit, serta bawang merah. Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan inflasi atau mengalami deflasi.
"Seperti emas perhiasan, angkutan udara, serta sejumlah sayuran seperti ketimun dan sawi hijau, ucap Hanif, menerangkan.
Dari sisi andil inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi terbesar sebesar 1,48 persen. Disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 1,83 persen, serta perumahan dan utilitas sebesar 1,17 persen.
“Sementara kelompok transportasi dan informasi, komunikasi, serta jasa keuangan memberikan andil deflasi terhadap inflasi y-on-y,” ujarnya.
Secara umum, kenaikan inflasi di Kalimantan Selatan menunjukkan adanya tekanan harga di berbagai sektor. Itu terjadi terutama pada kebutuhan pokok dan energi, yang turut memengaruhi daya beli masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....