Ironi PSEL Banjarmasin, Pemko Perlu Subsidi Sampah Daerah Tetangga
- 02 Apr 2026 17:32 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pasca mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) bersama Menko Bidang Pangan, Zukifli Hasan, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin bersiap menjalankan program Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Rakor digelar di ruang rapat Wali Kota Banjarmasin, Kamis, 2 April 2026, dengan menghadirikan Bupati Banjar, Saidi Mansyur dan Barito Kuala, Bahrul Ilmi selaku daerah tetangga.
Bukan tanpa alasan, kehadiran pimpinan derah tetangga ini untuk meminta bantuan tambahan pasokan sampah guna mengimplementasikan program PSEL. Karena dibutuhkan pasokan minimal 500 ton sampah per hari, sedangkan produksi sampah Kota Banjarmasin saat ini hanya 491 ton per hari.
“Kita minta sampah daerah tetangga untuk bisa menjalankan program ini. Karena di Banjarmasin produksi sampah harian saat ini hanya 491 ton, sisa hasil dari pemilihan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin, Ichrome Muftezar, usai mengikuti Rakor.
Di samping itu, Ia mengungkapkan ada dua titik lokasi yang diusulkan yang biaya sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemerintah Pusat melalui Danantara. Yakni lahan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Basirih dan didekat RSJ Sambang Lihum, Kabupaten Banjar.
“Pertama kita usulkan TPAS Basirih dengan lahan sekitar 4-5 hektar. Kedua di Kabupaten Banjar dekat Sambang Lihum sekitar 10 hektar,” ujar Tezar menambahkan.
Ia menambahkan, tidak hanya Banjarmasin, Kabupaten Banjar dan Barito Kuala juga mengajukan lokasi masing-masing. Namun secara geografis, Banjarmasin dinilai memiliki keunggulan karena kedekatan lahannya dengan aliran sungai.
“Mudah-mudahan dari tiga daerah yang mengusulkan, Banjarmasin terpilih karena memenuhi kriteria. Di samping itu produksi sampah kita juga lebih besar, dan harapannya kabupaten tetangga bisa menutup kekurangan yang ada,” ucapnya.
Rapat tersebut membahas sinergi lintas daerah dalam mendukung percepatan implementasi PSEL, khususnya terkait pengelolaan sampah regional, kesiapan infrastruktur, serta skema kerja sama antarwilayah. Dalam pertemuan itu, Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR menegaskan pentingnya kolaborasi antara Pemerintah Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala dalam menyelesaikan persoalan sampah yang kini menjadi isu bersama di kawasan Banjarbakula.
"Permasalahan sampah tidak bisa diselesaikan sendiri- sendiri. Perlu sinergi kuat antar daerah agar program PSEL ini berjalan optimal dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat," ujarnya.
la juga menekankan, langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari arahan pemerintah pusat, sekaligus bentuk komitmen daerah dalam menghadirkan solusi berkelanjutan melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesepahaman bersama dalam mendukung percepatan proyek PSEL.
“Kita harapkan komitmen daerah ini memberikan solusi berkelanjutan melalui teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik. Sehingga penanganan darurat sampah di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya dapat segera teratasi secara terpadu dan berkelanjutan,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....