Mengganggu Aktivitas Pendidikan, TPS di Depan SLBN 2 Banjarmasin Dikeluhkan
- 01 Apr 2026 20:16 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang terletak tepat di depan SLBN 2 Banjarmasin kini menjadi keluhan bagi aktivitas belajar mengajar. Lokasi pembuangan yang berada di Jalan Dharma Praja, Kecamatan Banjarmasin Timur tersebut, dinilai sangat mengganggu kenyamanan para siswa dalam menjalankan aktivitas pendidikan.
Salah seorang guru, Winda Febriana, mengungkapkan aroma tak sedap bahkan seringkali masuk ke dalam area kelas. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar menjadi tidak optimal, terutama saat pembelajaran praktik di luar ruangan yang mengharuskan siswa berinteraksi dengan lingkungan.
"Kami sering ada jadwal belajar di luar kelas juga, tapi sering terganggu karena baunya menyengat sekali. Anak-anak juga jadi tidak fokus belajar karena harus menutup hidung," ujarnya pada Selasa, 31 Maret 2026.
Guru mata pelajaran IPA tersebut menambahkan, tumpukan sampah di lokasi yang tak jauh dari rumah dinas Wali Kota Banjarmasin tersebut terkadang meluber hingga ke badan jalan dan membuat lingkungan sekolah tampak kumuh. Kondisi ini semakin parah saat hujan turun, karena aliran air sampah atau lindi yang mengalir ke jalanan memicu aroma busuk yang jauh lebih tajam.
Kekhawatiran serupa juga dialami para orang tua siswa yang setiap hari melintasi area sekitar TPS saat antar-jemput anak. Salah seorang wali siswa, Sari, mengaku merasa tidak nyaman saat harus menunggu jam kepulangan sekolah di area kantin.
"Baunya itu terbawa angin sampai ke dalam sekolah. Kami sebagai orang tua sangat khawatir anak-anak terkena penyakit karena terpapar kuman dari sampah itu," ucapnya.
Sari menilai, keberadaan TPS di depan institusi pendidikan sangat tidak ideal karena memberikan contoh lingkungan yang kurang baik bagi anak-anak. Menurutnya, meski luberan sampah tidak terjadi setiap hari, namun ancaman kesehatan dari sisa kotoran yang terbawa air hujan tetap mengkhawatirkan.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SLBN 2 Banjarmasin, Ani Marlina, mengatakan pihak Pemerintah Kota Banjarmasin sebenarnya sudah melakukan beberapa kali pemantauan ke lokasi. Dari hasil tinjauan tersebut, beberapa tindakan penanganan di sekitar TPS memang sudah mulai dijalankan.
"Sudah ada tindakan seperti pengaspalan agar tidak becek dan pengawasan supaya sampah tidak sampai menutup jalan. Namun, bagi kami harapannya ada langkah yang lebih nyata dan permanen lagi," ujarnya.
Pihak sekolah kini berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan opsi pemindahan lokasi TPS dari kawasan sekolah. Ani menegaskan, kenyamanan dan kesehatan siswa menjadi prioritas utama demi kelancaran proses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah tersebut.
"Kami berharap ada kebijakan untuk memindahkan TPS ini ke lokasi lain yang lebih layak dan jauh dari sekolah. Lingkungan sekolah yang sehat sangat penting agar anak-anak kami bisa belajar dengan tenang dan nyaman," ucap Ani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....