Antisipasi Kerusakan, Pembudi Daya Ikan Diminta Waspadai Pampangan

  • 30 Mar 2026 20:43 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Para pembudi daya ikan keramba jaring apung di sepanjang aliran Sungai Martapura, khususnya di kawasan Banua Anyar diminta mewaspadai pampangan atau tumpukan sampah sungai. Hal ini mengingat fenomena pampangan kerap datang secara tidak terduga dalam beberapa waktu terakhir.

Penyuluh Perikanan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Banjarmasin, Roslina, menyarankan agar para pembudi daya ikan segera melakukan panen jika komoditasnya sudah masuk kategori layak jual. Percepatan masa panen sebagai salah satu solusi untuk menyelamatkan ikan di tengah kondisi sungai yang tidak menentu.

"Kami imbau pembudi daya untuk bisa segera memanen ikannya jika memang sudah masuk waktu panen. Khawatirnya nanti jika pampangan muncul lagi, dapat merusak keramba yang isinya ikan sudah siap jual," ujarnya pada Senin, 30 Maret 2026.

Selain percepatan panen, Roslina juga menekankan pentingnya penguatan jangkar dan perbaikan jaring yang sudah mulai rapuh. Struktur keramba yang kokoh akan jauh lebih tahan terhadap pampangan yang didominasi material eceng gondok dan kayu tersebut.

Warga diminta rutin memantau kondisi fisik keramba mereka, terutama pada bagian sambungan rangka. Roslina menyebut lerbaikan terhadap kerusakan kecil dapat mencegah terjadinya kerusakan yang lebih besar saat pampangan melintasi keramba.

"Penting untuk menguatkan struktur keramba mulai dari jangkar hingga perbaikan jaring yang sudah rentan rusak. Kami juga meminta warga terus memperhatikan kondisi sungai secara berkala agar bisa melakukan tindakan cepat," ucapnya.

Sementara itu, Qasthalani salah seorang pembudi daya ikan mengaku mulai melakukan perbaikan mandiri pada beberapa unit kerambanya yang sempat terdampak pampangan. Meski demikian, ia tetap berharap proses pembersihan sungai dapat terus dilakukan secara rutin oleh pihak berwenang.

Menurutnya, pencegahan di tingkat pembudi daya tidak akan maksimal tanpa adanya penanganan sampah di sepanjang alur sungai. Hal ini penting mengingat fenomena pampangan kerap menimbulkan kerusakan pada keramba ikan milik pembudi daya.

"Kelihatannya memang pampangan sekarang semakin banyak dan biasanya tidak separah ini, jadi kami harus lebih waspada. Harapannya pembersihan bisa rutin dilakukan agar kami merasa aman juga," ujarnya.

Pasca pembersihan yang dilakukan baru-baru ini, kondisi permukaan sungai tampak lebih bersih dari tumpukan sampah sungai tersebut. Namun, para pembudi daya tetap waspada karena ancaman pampangan susulan masih membayangi aktivitas harian mereka.

Warga berharap pemerintah terus menyiagakan armada pembersihan sampah di titik-titik rawan tumpukan pampangan. Kehadiran petugas di lapangan sangat diharapkan untuk menjamin keberlangsungan sektor perikanan di Kota Banjarmasin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....