Penerbangan Kargo Langsung Dorong Lonjakan Ekspor Belut Kalsel
- 13 Agt 2026 13:12 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pembukaan jalur penerbangan kargo langsung dari Banjarmasin menuju negara tujuan ekspor memberikan dampak signifikan bagi komoditas perikanan Kalimantan Selatan. Kehadiran rute kargo penerbangan ini terbukti mendorong efisiensi rantai logistik sekaligus mendongkrak volume pengiriman belut hidup ke pasar global.
Penerbangan langsung tersebut memangkas waktu pengiriman barang tanpa harus melalui transit di Jakarta atau Surabaya. Kecepatan ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas dan daya tahan komoditas belut rawa agar tetap hidup hingga di negara tujuan.
Ketua Tim Kerja Karantina Ikan Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Kalsel, Irwan Fakhirza, mengonfirmasi manfaat besar dari kemudahan akses penerbangan langsung tersebut. Pihaknya mencatat efisiensi waktu tempuh mendukung pemenuhan standar mutu karantina yang ditetapkan oleh pasar mancanegara.
“Dampaknya sangat luas, bahkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita juga. Karena sebelumnya komoditas kita tercatat dikirim melalui daerah lain,” katanya menjelaskan.
Kemudahan rantai logistik tersebut berdampak nyata pada lonjakan nilai ekspor komoditas belut hidup Kalsel. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, nilai transaksi komoditas ini telah menembus angka Rp10,14 miliar dari total 72 kali pengiriman.
Capaian tersebut meningkat drastis dibandingkan periode tahun 2025 yang hanya mencatatkan 17 kali pengiriman dengan nilai Rp1,92 miliar. Kenaikan volume hingga 205,6 ton ini membuktikan tingginya permintaan pasar internasional terhadap hasil perikanan rawa Kalsel.
Peluang akses penerbangan kargo langsung ini turut dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha di daerah. Salah seorang eksportir asal Banjarmasin Gusti Faisal menyebut kemudahan ini berhasil mendongkrak kapasitas pengiriman usaha miliknya.
“Saat ini kami mampu mengekspor hingga 20 ton belut hidup dalam satu pekan. Kalau dulu kapasitasnya sering terbatas,” ujarnya.
Peningkatan ini membawa dampak sangat signifikan bagi perjalanan bisnis usaha ekspor milik Gusti Faisal. Pelaku usaha yang telah bergelut sejak tahun 2008 tersebut sebelumnya selalu bergantung pada jalur transit Jakarta dan Surabaya.
"Sekarang kita juga siapkan ekspor ke negara-negara lain. Berkoordinasi dengan Balai Karantina untuk memastikan kita bisa memanfaatkan peluang ini," ucapnya menambahkan.
Peningkatan ekspor belut rawa diprediksi terus tumbuh seiring terbukanya konektivitas penerbangan kargo dari Banjarmasin. Tren positif ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan pendapatan masyarakat yang terlibat dalam rantai bisnis perikanan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....